Berita

Masykurudin Hafidz/Net

Politik

Sistem Pemilu "Terbuka Terbatas" Bukan Solusi

SELASA, 06 DESEMBER 2016 | 05:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sistem pemilu yang dituangkan dalam RUU Penyelenggaraan Pemilu, yaitu terbuka terbatas sama saja dengan sistem proporsional tertutup.

Demikian pandangan yang disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz saat memberikan paparan pada acara Rapat Koordinasi Bidang Teknis Kepemiluan KRU RI di Kota Batam, Kepri, seperti dikabarkan portal KPU, Selasa (6/12).

Sebab jelas Masykurudin, suara pemilih hanya diberikan kepada partai politik dan penentuan calon terpilih menjadi kewenangan partai politik.


Menurutnya kelemahan yang terdapat dalam sistem proporsional terbuka tidak akan selesai dengan mengembalikannya menjadi sistem proporsional tertutup. Justru kelemahan-kelemahan sistem proporsional terbuka itu yang mesti diperbaiki seperti mengatasi politik transaksional dan meningkatkan akuntabilitas partai politik.

"Yang harus kita perbaiki adalah metode pencalonan dan penegakan hukumnya," ujar Masykurudin.

Metode pencalonan merupakan domainnya partai politik. "Penguatannya ada di situ. Partai bisa memperketat proses pencalonan, misalnya untuk dapat menjadi kandidat, seseorang itu sudah aktif di partai dalam kurun waktu tertentu. Kalau ada orang yang punya uang datang dan minta menjadi caleg di nomor urut 1, ya jangan dikasih," ujarnya.

Untuk ambang batas parlemen, Masykurudin mengusulkan diturunkan dari 3,5 persen menjadi 1 persen. Menurut Masykurudin peningkatan ambang batas parlemen gagal menyederhanakan parpol. Justeru suara terbuang atau suara yang tidak terkonversi menjadi kursi bertambah. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya