Foto/Humas Pemkab Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba Jedhing Rijig (toilet bersih) di lapangan tenis indoor, GOR Tawangalun, Banyuwangi, Senin (5/12).
Festival Jedhing Rijig (toilet bersih) merupakan rangkaian dari event Banyuwangi Festival (B-Fest) 2016, yang bertujuan untuk menggugah kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan. Beberapa event serupa juga digelar di kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini di antaranya festival Kali Bersih dan Sedekah Oksigen.
"Melalui lomba ini, kami berupaya menstimulus masyarakat untuk meningkatkan budaya hidup bersih. Dimulai dengan menjaga kebersihan dan higienitas toilet di rumah maupun lingkungan kerjanya. Budaya hidup bersih memang harus dipaksa, tidak bisa tumbuh begitu saja,†kata Anas.
Penghargaan tersebut diberikan di antaranya pada Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu (juara pertama kategori Kampung/RT), TK Nurul Huda Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, (juara 1 kategori TK), SDN 1 Rejoagung Srono (juara 1 kategori SD/MI), SMPN 2 Purwoharjo (juara 1 kategori SMP/MTS), SMKN I Glagah (juara 1 kategori SMA/MA), Ponpes Sunan Ampel Bangorejo (juara 1 kategori Ponpes), dan Kantor Desa Grogol Kecamatan Giri (juara 1 kategori kantor desa).
"Semoga dengan cara seperti ini, pola hidup sehat bisa menjadi lifestyle yang diterapkan seluruh elemen masyarakat Banyuwangi," pinta Anas.
Tak hanya kebersihan toilet, Anas pun mendorong agar masyarakat turut aktif menjaga lingkungan, terutama lorong dan gang di wilayah kampung mereka. Anas mengatakan saat ini wisatawan yang datang ke Banyuwangi mulai suka masuk ke jalan-jalan kampung.
Maka, ke depan fokus kebersihan bukan di jalan-jalan protokol saja, tapi juga di gang dan lorong-lorong kampung. Tugas ini bukan hanya tugas para petugas kebersihan saja, namun menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama,†imbuh dia.
Kepala DKP Banyuwangi Arief Setyawan mengatakan lomba jedhing rijig 2106 ini dibagi menjadi 7 kategori. Yaitu kategori kampung/RT, TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, Pondok Pesantren (Ponpes) dan kantor desa. Penilaiannya dilakukan pada Oktober lalu pada ratusan toilet se Banyuwangi. Kriteria penilaian lomba ini meliputi kebersihan toilet, kelengkapan toilet, pengelolaan sampah dan sanitasi.
"Kelengkapan toilet misalnya, harus ada cermin, tempat sampah, tisu, dan sikat lantai. Selain itu, airnya harus mengalir dan saluran pembuangannya tidak menggenang,†terang Arief.
Selain kepada pemenang lomba Jedhing Rijig, dalam kesempatan tersebut Anas juga menyerahkan penghargaan pemenang lomba komunitas Merdeka Dari Sampah, dan hadiah umroh gratis bagi dua orang THL.
[ian]