Berita

Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

Kader Golkar: Aksi PKI 412 Merusak Dan Memalukan

SENIN, 05 DESEMBER 2016 | 18:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aksi Parade Kita Indonesia merupakan aksi yang digelar kedua kalinya, setelah Parade Bhinneka Tunggal Ika, untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sayangnya, aksi yang bertujuan menandingi Aksi Bela Islam ini berakhir merusak dan memalukan bangsa.

Begitu kata politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyikapi aksi Parade Kita Indonesia (PKI) yang digelar pada hari kemarin, Minggu (4/12).

"Aksi PKI 412 telah merusak taman, merusak kebersihan, merusak kesehatan orang yang terganggu olahraganya, merusak mental bangsa dengan gerakan bayar massanya, merusak keteladaan bagi generasi muda dengan mencatut nama dan bendera HMI, yang akhirnya membuat malu kita semua," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (5/12).


Terlebih, lanjutnya, aksi PKI 412 itu telah melanggar hukum dengan memanfaatkan massa Car Free Day untuk kampanye partai politik dan mendukung Ahok dalam pilgub DKI.

"Sebagai kader Partai Golkar saya sangat malu dan mendapat tanggapan negatif dari berbagai pihak. Apalagi ada berita di media tentang insiden pemukulan antar kader Golkar gara-gara jumlah bayaran massa yang tidak sesuai. Kepemimpinan partai ini sekarang telah kehilangan kecerdasan, akal sehat, dan moral dalam bertindak," sambung doli menanggapi Partai Golkar yang turut serta dalam giat tersebut.

Doli menilai, jika aksi PKI 412 benar-benar dilakukan untuk menandingi Aksi Bela Islam, maka itu sesuatu yang sangat keliru karena berbeda context. Aksi Bela Islam menuntut penegakan hukum, di mana tersangka penista agama harus ditahan, diadili, dan dipidana. Sementara aksi PKI 412 justru aksi politik pilgub, dukung Ahok.

"Dan lebih parah lagi aksi kali ini, pemerintah dan pimpinan parpol pendukungnya ikut terlibat langsung dan unjuk gigi secara terbuka, mengajak semua aparatnya, termasuk PNS untuk diadu domba dengan umat Islam, yang selalu ingin dikesankan anti kebhinnekaan dan anti keberagaman," sambungnya.

"Aksi PKI 412 ini, sama dengan Parade Bhinneka sebelumnya, justru berupaya mengkotak-kotakkan elemen masyarakat. Bila aksi tadi pakai istilah #kitaindonesia, apa yang kemarin 212 bukan orang Indonesia? Apa yang tidak hadir Aksi PKI 412 tadi bukan orang Indonesia?" pungkasnya dengan nada kesal. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya