Berita

Ilustrasi/Net

Politik

PKS: Hukum Harus Ditegakkan Untuk Jaga Kebhinnekaan

SENIN, 05 DESEMBER 2016 | 10:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kebhinnekaan yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi modal sosial politik yang khas. Tidak ada bangsa dengan tingkat kebhinnekaan seperti dimiliki Indonesia.

"Kebhinnekaan kita adalah modal kekuatan sosial politik yang paling berharga. Tidak ada negara dengan tingkat keberagaman seperti Indonesia," kata anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Sigit Sosiantomo, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 5/12).

Menurut Sigit, kebhinnekaan dalam tubuh bangsa Indonesia menjadi faktor kekuatan bangsa karena unsur-unsur di dalamnya saling melengkapi dan menguatkan. Hal itu sudah dibuktikan dalam sejarah pembentukan bangsa ini sejak 1908, 1928, dan 1945 hingga saat ini.


Karena itu anggota Komisi V DPR RI ini menegaskan, kebhinnekaan ini akan terus kuat menopang NKRI jika nilai-nilai toleransi, saling menghargai, saling menghormati, gotong royong dan tidak menista satu sama lain tetap terpelihara dengan sangat baik dan utuh.

"Dalam budaya kita yang beragam juga banyak kearifan lokal yang menguatkan nilai-nilai kebhinnekaan. Karena itu, penegakan hukum dalam rangka memelihara keutuhan kebhinnekaan menjadi sangat penting," imbuhnya. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya