Berita

Erna Lia Sri Bintang/Net

Wawancara

WAWANCARA

Erna Lia Sri Bintang: Menurut Suami Saya, Indonesia Bisa Punah Jika Begini Terus...

SENIN, 05 DESEMBER 2016 | 09:48 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Suaminya ditangkap polisi atas tuduhan makar atau upaya menggulingkan pemerintahan. Erna Lia tegas membantah tuduhan polisi tersebut. Dia bilang, tuduhan polisi itu sangat tidak berdasar dan mengada-ada.

"Makar bagaimana? Makar itu harus ada perencanaan. Ini mau makar pakai apa, pakai korek api?" tukasnya.

Menurut dia, tindakan makar hanya bisa dilakukan dengan kekuatan politik dan senjata. Sementara suaminya tidak memi­liki semua itu. "Pak Bintang itu senjatanya pena dan otaknya. Dia tidak punya pengaruh apa pun," ucapnya.


Seperti diberitakan, Sri Bintang Pamungkas diciduk polisi di rumahnya di kawasan Cibubur. Sri Bintang ditangkap bersama dengan sembilan to­koh lainnya di tempat berbeda. Kesembilan orang tersebut adalah Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Adityawarman, Jamran, Eko, dan Rizal Khobar.

Tuduhan makar kepada Sri Bintang bisa jadi didasarkan pada surat yang dikirim kel­ompok Sri Bintang ke pimpi­nan DPR/MPR. Kelompok Sri Bintang menamakan diri sebagai Gerakan Nasional People Power Indonesia. Dalam suratnya, Sri Bintang cs meminta Pimpinan DPR secepatnya memanggil pimpinan MPR guna meng­gelar Sidang Istimewa untuk memutuskan; Pertama, mem­berlakukan kembali Undang-Undang Dasar 1945 Asli. Kedua, mencabut mandat Jokowi-Jusuf Kalla, sekaligus mengangkat penjabat presiden baru sebagai ketua presidium untuk meny­usun pemerintah transisi.

Berikut ini pernyataan Erna Lia, istri Sri Bintang Pamungkas, terkait penangkapan suaminya;


Bagaimana kondisi suami anda, Sri Bintang saat ini?

Menurut pengacara kondisi bapak baik-baik saja dan cukup sehat.

Kalau perasaan anda ba­gaimana?
Saya juga baik-baik saja. Saya tidak terlalu khawatir terhadap keadaan bapak. Ini semua demi negara, jadi tidak perlu dilebih-lebihkan.

Apakah anda sudah menge­tahui, kenapa suami anda dituduh mau makar?

Belum tahu, karena sampai saat ini saya belum bertemu den­gan suami saya. Dari siang saya di Mako Brimob, tapi tidak juga bisa bertemu karena dia sedang diperiksa. Memasuki sore hari, ternyata dia baru dibikinin BAP (berita acara pemeriksaan). Saya Tanya polisi, katanya dia akan diperiksa 2x24 jam. Jadi saya pulang saja.

Anda sama sekali tidak punya dugaan kenapa Sri Bintang bisa dituduh begitu?
Saya menduga karena surat yang dikirimkannya kepada MPR, DPR dan Panglima TNI. Isi surat itu meminta digelarnya sidang istimewa MPR. Sejujurnya saya juga tidak habis pikir, ke­napa hanya meminta seperti itu bisa membuat suami saya dituduh berniat melakukan makar.

Kenapa suami anda sam­pai meminta digelar sidang istimewa?
Supaya RI bisa kembali ke­pada UUD 1945 yang murni. Sebab, menurut suami saya, bangsa Indonesia bisa punah jika begini terus. Indonesia bisa dikuasai oleh China jika tidak kembali kepada UUD 45 yang murni. Dan untuk bisa mewu­judkan itu mesti melewati sidang istimewa MPR terlebih dahulu.

Apakah betul dalam surat­nya Sri Bintang juga menuntut supaya Jokowi â€" JK mundur dari jabatannya?
Benar. Bahkan, tadinya kami mau pergi ke HI jam 10.00 WIB, lalu mau ke MPR. Agenda aksinya mendesak Jokowi-JKmundur. Untuk itu kami sudah melapor sama MPR, DPR dan Panglima TNI. Tapi ini kan tidak berarti suami saya berniat melakukan makar. Tuntutan itu hanyalah ekspresi kekecewaan, karena melihat kondisi bangsa saat ini. Sama seperti orang lain yang menuntut Presiden agar begini dan begitu.

Terkait tuduhan Sri Bintang ikut merencanakan perbuatan makar di sebuah hotel, ba­gaimana?
Tidak benar itu, suami saya tidak ikut kegiatan di hotel tersebut. Pada Kamis 1 Desember 2016, dia justru se­dang menyampaikan surat pada MPR, DPR dan Panglima TNI. Saat tanggal 1 itu, sehabis salat Subuh, bangun untuk ngeprint suratnya, tapi tinta habis. Dia kemudian pergi ke luar, ngeprint di luar. Lalu suratnya dibawa sendiri ke DPR, MPR dan TNI di Cilangkap. Waktu nganter surat, suami saya ditemani sama Dahlia Zein, masih saudara saya.

Kronologi penangkapannya seperti apa sih?
Waktu itu, sekitar jam 6 pagi, saya lagi ngopi sama bapak di teras. Tiba â€" tiba beberapa satuan pengamanan kompleks datang ke rumah. Mereka ditemani sekitar tujuh orang polisi yang mengaku dari Polda Metro Jaya. Mereka kemudian mengeluarkan sebuah amplop, yang katanya merupakan surat penangkapan. Katanya bapak ditangkap karena berniat melakukan makar.

Ibu punya surat penangka­pannya?
Tidak punya. Surat itu hanya ditunjukkan ketika mereka akan menangkap bapak. Surat itu masih di amplop coklat. Saya mau foto surat penangkapan tidak boleh. Padahal mestinya saya da­pat salinan surat penangkapan.

Lalu setelah itu bagaima­na?
Karena tiba â€" tiba sekali, suami saya pun meminta waktu hingga salat Jumat. Tapi ditolak sama mereka. Akhirnya bapak nego agar diberi waktu untuk makan, mandi, dan ganti baju. Bagaimana pun saat itu dia kan baru bangun tidur, dan cuma pakai sarung. Tapi polisi juga tak mengizinkan. Mereka bahkan mengeluarkan borgol. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya