Berita

Politik

Massa PSI Curi Perhatian Di Aksi Kita Indonesia

MINGGU, 04 DESEMBER 2016 | 21:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rombongan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) nampak menarik perhatian tersendiri di tengah massa Aksi 412 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (4/12) pagi.

Rombongan yang mayoritas perempuan berjaket dan berkaos merah itu nampak membawa kantong plastik hitam. Mereka memunguti sampah yang berserak selama aksi berlangsung.

Sementara sebagian lagi membantu barisan membagikan setangkai mawar putih bagi massa yang lewat.


Tidak cukup sampai di situ. PSI masih memiliki satu barisan perempuan pembawa abjad-abjad yang menyusun kalimat #KitaIndonesia. Aksi satu ini tidak hanya menyita perhatian massa umum, tapi juga membuat Partai lain seperti Golkar dan Nasdem menyempatkan diri untuk mengabadikan momen bersama massa PSI yang terlihat masih muda-muda.

Meski masih terbilang muda dan belum pernah berpartai, mereka bukanlah anak muda yang hanya ikutan trend tanpa tahu mengapa harus turun aksi 412.

"Mereka ini turun hari ini secara sukarela, bagi PSI sejak awal DNA yang kami usung adalah kebajikan dan keragaman. Segala ekspresi kebhinnekaan adalah ekspresi Indonesia yang harus kita rawat terus menerus," ujar Sekertaris DPW PSI DKI Jakarta Miliyya ketika ditanyai alasan ikut Aksi 412.

"Intinya pagi ini kami turun ikut merayakan keragaman Indonesia dan juga mengingat bahwa politik itu kegembiraan, kata pak Jokowi," lanjutnya.

Hal senada diucap Chaca Rasyid, yang mengaku baru bergabung dengan PSI Jakarta sekitar sebulan lalu.

"Indonesia ini dijahit oleh benang yang beragam, kalau semua kita terus mampu menerima perbedaan dan mencoba mencari persamaan bukan keseragaman, maka Indonesia ini akan menjadi rumah yang sejuk bagi semu orang," ujarnya. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya