Berita

Brigjen Teddy Hernayadi/Net

Hukum

KPK Dalami Korupsi Alutsista Di Kemhan

JUMAT, 02 DESEMBER 2016 | 09:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Pertahanan (Kemhan) diminta melakukan pengembangan kasus korupsi yang dilakukan Brigjen Teddy Hernayadi. Diduga, ada ket­erlibatan pihak lain dalam korupsi peralatan utama sistem pertahanan (alutsista) yang merugikan keuangan negara hingga 12 juta dolar AS itu.

Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo saat memberi sambutan dalam acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Balai Kartini, Jakarta, kemarin.

"Kalau dilihat dari besarnya angka yang dikorupsi, ini jum­lah yang sangat besar. Dan ini tentunya patut diduga ada keterlibatan pihak lain dari korupsi ini, dan saya mohon Kemhan tidak berhenti di yang sampai di Teddy," kata Agus.


Pengembangan kasus ini, menurut Agus, memang se­harusnya dilakukan Kemhan lantaran KPK mencium dugaan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi pem­bayaran sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) seperti pesawat F-16 dan heli­copter Apache.

"Tapi aku belum dapat detil­nya, tapi kalau 12 juta dolar AS itu kan jumlah yang besar ya. Sekarang kita masih meleng­kapi datanya dulu, saya tidak bisa ngomong kalau datanya belum lengkap. Masa saya harus ngarang-ngarang," ujarnya.

Namun begitu, Agus men­egaskan pihaknya, tidak akan ikut campur dalam pengem­bangan kasus korupsi alut­sista ini lantaran terbentur UU nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer.

Dengan UU tersebut pera­dilan umum tidak dapat men­gadili pelanggaran hukum kemiliteran, termasuk tindak pidana korupsi. Namun, Agus memastikan, pihaknya terus memonitoring serta berkoor­dinasi dan supervisi proses penanganan kasus ini.

"Mereka punya UU sendiri yang kita harus koneksitas, sementara kasus-kasus TNI ditangani oleh mereka, yang kemudian kita memonitor. Ini kan kewajiban kita mengkoor­dinasi dan mensupervisi. Jadi pada waktu proses pengadilan pun kita datang memonitor dan mengingatkan masih ada loh selain ini," katanya.

Kendati begitu, bekas Ketua LKPP itu menyatakan pihaknya siap membantu untuk mengem­balikan kerugian negara atas perbuatan Brigjen Teddy.

Ditemui di kantornya, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Djundan Eko Bintoro mengatakan, pihaknya siap mendapat masu­kan-masukan dari KPK untuk pengembangan kasus korupsi pengadaan alutsista ini.

Bahkan, kata dia, pihaknya tidak akan mempermasalahkan jika KPK melakukan penyada­pan dalam rangka menuntaskan kasus ini, dan membersihkan lingkungan Kemhan dari prak­tek korupsi.

"Intinya, Kementerian Pertahanan dan TNI siap men­dukung program pemerintah atas upaya pemberantasan korupsi," kata Djundan.

Jenderal bintang satu itu bah­kan mengungkapkan, pihaknya sangat setuju dengan putusan Mahkamah Militer Tinggi II yang menguhukum pidana Brigjen Teddy Hernayadi seu­mur hidup. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya