Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November 2016 sebesar 0,47 persen. Laju inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumÂnya sebesar 0,14 persen. Dan, lebih tinggi dari inflasi NovemÂber tahun lalu tercatat sebesar 0,21 persen. Dengan angka inflasi tersebut, inflasi tahun kalender Januari-November 2016 sebesar 2,59 persen, dan inflasi tahunan November 2016 sebesar 3,58 persen.
"Kalau dilihat, masih di dalam interval, baik dari tarÂget Bank Indonesia maupun pemerintah," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi WiÂbowo dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta kemarin.
Sasmito menuturkan, inflasi pada November terjadi karena kenaikan harga beberapa indeks kelompok pengeluaran. Yakni kenaikan kelompok bahan makanan sebesar 1,66 persen, kelompok makanan jadi, minuÂman, rokok, dan tembakau 0,25 persen, dan kelompok perumaÂhan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,16 persen.
Selain itu, kelompok kesÂehatan 0,30 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahÂraga 0,02 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,07 persen.
Sasmito menyebutkan, andil inflasi terbesar berasal dari bahan makanan. Cabe rawit merah menyumbang 0,36 persen, untuk makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, 0,05 persen, dan perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,04 persen. SeÂdangkan kontribusi inflasi dari sektor kesehatan hanya sebesar 0,01 persen, dan transportasi, komunikasi, serta jasa keuanÂgan mencapai 0,01 persen. "Secara akumulatif, penyebab Inflasi terbesar tahunan meÂmang bahan makanan yakni mencapai 8,53 persen, yakni terjadi pada cabe dan tomat," paparnya.
Jika dilihat dari daerah inÂflasi, BPS mencatat dari 82 kota yang disurvei, 78 kota mengalami inflasi, dan hanya 4 kota yang mengalami deÂflasi. "Tertinggi di Manado 2,86 persen dan terendah di Singkawang 0,05 persen. DeÂflasi tertinggi di Bau Bau 1,54 persen," tuturnya.
Manado mengalami inflasi tertinggi didorong kenaikan harga sayuran antara lain tomat, sayur, cabe.
Sasmito berharap, inflasi masih terjaga meski akan hadapi Natal dan Tahun Baru. ***