Berita

Foto/Net

Bisnis

Cabe Kerek Inflasi November 0,47 %

JUMAT, 02 DESEMBER 2016 | 09:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November 2016 sebesar 0,47 persen. Laju inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelum­nya sebesar 0,14 persen. Dan, lebih tinggi dari inflasi Novem­ber tahun lalu tercatat sebesar 0,21 persen. Dengan angka inflasi tersebut, inflasi tahun kalender Januari-November 2016 sebesar 2,59 persen, dan inflasi tahunan November 2016 sebesar 3,58 persen.

"Kalau dilihat, masih di dalam interval, baik dari tar­get Bank Indonesia maupun pemerintah," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wi­bowo dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta kemarin.

Sasmito menuturkan, inflasi pada November terjadi karena kenaikan harga beberapa indeks kelompok pengeluaran. Yakni kenaikan kelompok bahan makanan sebesar 1,66 persen, kelompok makanan jadi, minu­man, rokok, dan tembakau 0,25 persen, dan kelompok peruma­han, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,16 persen.


Selain itu, kelompok kes­ehatan 0,30 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah­raga 0,02 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,07 persen.

Sasmito menyebutkan, andil inflasi terbesar berasal dari bahan makanan. Cabe rawit merah menyumbang 0,36 persen, untuk makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, 0,05 persen, dan perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,04 persen. Se­dangkan kontribusi inflasi dari sektor kesehatan hanya sebesar 0,01 persen, dan transportasi, komunikasi, serta jasa keuan­gan mencapai 0,01 persen. "Secara akumulatif, penyebab Inflasi terbesar tahunan me­mang bahan makanan yakni mencapai 8,53 persen, yakni terjadi pada cabe dan tomat," paparnya.

Jika dilihat dari daerah in­flasi, BPS mencatat dari 82 kota yang disurvei, 78 kota mengalami inflasi, dan hanya 4 kota yang mengalami de­flasi. "Tertinggi di Manado 2,86 persen dan terendah di Singkawang 0,05 persen. De­flasi tertinggi di Bau Bau 1,54 persen," tuturnya.

Manado mengalami inflasi tertinggi didorong kenaikan harga sayuran antara lain tomat, sayur, cabe.

Sasmito berharap, inflasi masih terjaga meski akan hadapi Natal dan Tahun Baru. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya