Berita

Joko Widodo/Net

Bisnis

Jokowi: Jangan Karena Politik Ekonomi Goyang

KAMIS, 01 DESEMBER 2016 | 14:00 WIB | LAPORAN:

. Presiden Joko Widodo menegaskan agar permasalahan politik tidak sampai mempengaruhi iklim usaha di Tanah Air. Ia menghimbau para pengusaha untuk bisa memilah, bahwa ada kawasan politik dan kawasan ekonomi.

Isu-isu politik saat ini disebutnya akan mematangkan dan mendewasakan bangsa Indonesia.

"Soal pergantian DPR itu masalah di legislatif, saya itu eksekutif, wilayah ekonomi ya wilayah ekonomi, politik ya politik, jangan sampai karena masalah politik ekonomi goyang," ujar Jokowi saat membuka Rapimnas Kadin 2016, di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (1/12).


Ia mengajak para pelaku usaha untuk tidak kehilangan fokus, kendati agenda politik Pilkada membuat suhu politik sedikit memanas. Momentum ekonomi yang tengah baik diharapkan Jokowi tidak kendur lagi karena tensi politik, karena sangat sukar untuk mengembalikan momentum perekonomian yang tengah membaik seperti sekarang ini.

"Konsentrasi, jangan sampai kehilangan momentum, karena sentimen kepercayaan itu kempes lagi untuk memanaskannya memerlukan waktu lama," imbau Jokowi.

Ia pun tak lupa meminta bantuan Kadin Indonesia untuk menjaga momentum investasi yang baik saat ini. Setiap investor dikatakan Jokowi, selalu mencari patner bisnis lokal, yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para anggota Kadin. Ia mendorong Kadin terlibat di banyak bidang industri perhotelan dan kontraktor bersama para investor.

"Saya mohon bantuan pimpinan dan Ketua Umum Kadin menjaga momentum investasi yang lagi menguat. Ini peluang yang baik. Semakin banyak arus uang yang masuk, saya pastikan pertumbuhan ekonomi kita semakin baik," tandas Kepala Negara. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya