Berita

Foto/Net

Bisnis

Pengusaha Bersiap Tinggalkan Jakarta

Khawatir Rusuh Demo 212
KAMIS, 01 DESEMBER 2016 | 10:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jelang demo 2 Desember atau 212, dikabarkan banyak pengusaha yang akan meninggalkan Jakarta. Mereka khawatir terjadi kerusuhan. Masa sih segawat itu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pertekstilan Indo­nesia (API) Ade Sudrajat dalam diskusi dampak demo di Jakarta, kemarin. "Mereka ambil sikap keluar dari Jakarta. Sekarang sudah ada yang jalan," ujarnya.

Bahkan, kata dia, sebagian dari pengusaha tersebut sudah meninggalkan ibu kota.

Para pengusaha tersebut pergi ke daerah-daerah yang relatif lebih tenang dan tidak memiliki potensi kerusuhan pada 2 Desem­ber mendatang. Bahkan ada juga yang pergi ke luar negeri.

Para pengusaha tersebut pergi ke daerah-daerah yang relatif lebih tenang dan tidak memiliki potensi kerusuhan pada 2 Desem­ber mendatang. Bahkan ada juga yang pergi ke luar negeri.

"Pokoknya mereka memilih tidak di Jakarta, mungkin ke Bali, Manado, Yogya, yang relatif tidak terjadi kerusuhan. Ada juga yang ke luar negeri seperti ke Singapura," kata dia.

Menurut Ade, para pengusaha ini mempersiapkan diri untuk keluar dari Jakarta selama 15 hari hingga 20 hari. Namun, jika aksi demo 2 Desember nanti tidak sebesar yang diperkira­kan, para pengusaha tersebut kemungkinan akan kembali ke Jakarta lebih cepat.

"Mereka wait and see. Jika beres satu hari mereka kembali lebih cepat untuk kembali berak­tivitas. Karena bunga kredit itu tinggi kalau usaha mereka lama tidak jalan bagaimana," katanya.

Bahkan, kata dia, saat ini gudang pabrik penuh dengan berbagai produk tekstil akibat para pengusaha menahan mem­beli menjelang aksi demontrasi 2 Desember di Jakarta. "Di gudang barang mengendap, para distribu­tor nggak ambil barang karena pengusaha khawatir, mereka beli seperlunya aja," tutur Ade.

Kekhawatiran para pengusaha tersebut karena adanya keta­kutan sepi pembeli menjelang dan saat terjadi demo. Apalagi isunya sama serikat pekerja akan turun ke jalan. "Jadi pengusaha memilih untuk tidak membeli barang dulu," katanya.

Ade menjelaskan, kerugian para pengusaha pada saat demo 4 November mencapai miliaran rupiah yang dialami pengusaha Jakarta ataupun daerah. Keru­gian pun akan kembali ter­jadi menjelang rencana demo 2 Desember, khususnya para pengusaha ritel.

"Kerugian detailnya kami be­lum menghitung tapi mencapai miliaran rupiah, tidak sampai Rp 10 miliar. Yang jelas rugi karena produksi turun, barang di gudang numpuk," paparnya.

Lebih lanjut Ade mengatakan, langkah pemerintah dan aparat penegak hukum yang melaku­kan safari ke berbagai tempat, cukup menenangkan para pen­gusaha karena telah mengimbau masyarakat daerah tidak pergi ke Jakarta.

Sementara, Menteri Perin­dustrian Airlangga Hartarto memastikan rencana aksi demo pada 2 Desember tidak akan mengganggu aktivitas industri. Dia berkeyakinan industri akan beroperasi secara normal pada tanggal tersebut.

Airlangga menyatakan, rencana aksi unjuk rasa seperti ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Namun buktinya, industri bisa berjalan secara normal tanpa mengalami hambatan yang besar. "Kalau industri kita akan bekerja terus. Enggak-lah," ujar dia.

Investasi Tetap Aman

Kepala Badan Koordinasi Pen­anaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, investor belum menunjukkan reaksi yang negatif terkait rencana demon­strasi 2 Desember mendatang. Investor saat ini sudah lebih dewasa dalam menyikapi gejolak politik di Indonesia.

"Sejauh ini reaksi investor positif. Ini menunjukkan kema­tangan politik kita bisa berdia­log secara terbuka dan bahkan mengenai hal-hal sensitif," ujar Lembong.

Bahkan, kata dia, dukungan internasional kepada Jokowi se­makin kuat dengan adanya demo-demo belakangan ini. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya