Berita

Politik

Bhinneka Tunggal Ika: Tujuannya Apa?

RABU, 30 NOVEMBER 2016 | 14:57 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

SEPERTI diduga sebelumnya gerakan umat Islam yang menuntut Ahok diadili akan mendapat reaksi tandingan.

Dugaan itu benar terjadi dengan munculnya gerakan bhinneka tunggal ika. Seluruh media asing mempublikasikan secara luas aksi ini sebagai sebuah perlawanan terhadap sikap anti pluralisme.

Bhinneka tunggal ika pun tiba tiba menjadi bahan diskusi yang luas, banyak tulisan, opini memuat tentang pentingnya bhinneka tunggal ika. Sebelumnya MPR hasil reformasi menempatkan kalimat ini sebagai salah satu pilar dari empat pilar, entah dari mana asal muasal pemikiran ini.


Namun sejauh ini gerakan bhinneka tunggal ika belum menyebut tunggal ika itu apa? Satu tujuan itu apa? Tujuan yang satu itu apa? Jawabannya beragam ada yang menyebut pluralisme, menyebut toleransi, keberagaman dan macam macam. Apakah itu tunggal ika?

Sampai sekarang tunggal ika ini nyasar kemana-mana tidak ada ujungnya karena ternyata yang dimaksud adalah perbedaan, keberagaman, pluralisme, dan mereka ingin melestarikan itu sebagai tunggal ika.

Bhinneka tunggal ika itu suatu slogan, yel yel, penyemangat. Ia hadir sebagai untuk menggairahkan orang orang Indonesia untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia dalam mewujudkan kebangsaan Indonesia. Jadi tunggal ika itu adalah kebangsaan Indonesia.

Mengapa harus ada kebangsaan Indonesia? Karena  inilah dasar Indonesia merdeka, adanya kebangsaan, persatuan dari orang orang yang memiliki kesamaan identitas, nasib dan cita-cita. Nasib apa? Nasib tertindas dalam kolonialisme dan imperialisme. Cita-cita apa?  Cita-cita mewujudkan Indonesia merdeka. Jadi bhinneka tunggal ika itu adalah suatu yel yel penyemangat dalam mewujudkan kebangsaan Indonesia.

Apa itu kebangsan Indonesia? Bung Karno menjelaskan tentang kebangsaan Indonesia dasar buat Indonesia merdeka. Lalu apa kebangsaan Indonesia itu maksud-maksud dan tujuannya? Ini dikemukakan dalam pidato Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 secara lengkap dan tuntas. Sekali lagi sebagai dasar Indonesia merdeka.

Meskipun dasar kebangsaan ini mendapat penolakan dari perwakilan etnis Tionghoa yang memang menganut prinsip Kosmopolitisme, namun bung Karno berhasil menjelaskan dengan mengutip pemikiran Sun Yat Sen. Bung Karno meyakinkan umat Islam bahwa ini adalah dasar yang kita butuhkan untuk bisa membebaskan diri dari kolonialisme dan imperialisme.

Kebangsaan Indonesia inilah yang hendak diwujudkan, suatu kebangsaan pri kemanusiaan di dalamnya tidak ada penjajahan bangsa lain, dominasi, tidak ada eksploitasi. Apakah tunggal ika itu yang sedang kita perjuangkan?

Sekarang kebangsaan Indonesia semakin terkikis oleh ketimpangan dalam seluruh sektor ekonomi. Kurang dari 1 persen orang menguasai 70 persen keuangan nasional kita. Lebih dari 70 persen daratan Indonesia dibawah penguasaan asing dan taipan. Kekayaan Indonesia diangkut ke luar negeri, hasilnya digabung di luar negeri. Orang-orang pribumi digusur dari lahan dan tempat tinggal mereka. Jutaan orang kelaparan tidak bisa makan.

Itulah mengapa slogan Bhinneka tunggal ika telah kehilangan orientasi kebangsaan. Justru Bhinneka malah menjadi dasar bagi dominasi minoritas pemilik uang asing dan taipan untuk melanggengkan ekploitasi atas pribumi, umat islam dan bangsa Indonesia.

Penulis adalah Koordinator Pusat Kajian Ekonomi Politik Universitas Bung Karno

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

11 Juta PBI BPJS Dihapus, Strategi Politik?

Jumat, 13 Februari 2026 | 06:04

Warga Jateng Tunda Pembayaran Pajak Kendaraan

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:34

Kepemimpinan Bobby Nasution di Sumut Gagal

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:19

Boikot Kurma Israel

Jumat, 13 Februari 2026 | 05:09

7 Dugaan Kekerasan Berbasis Gender Ditemukan di Lokasi Pengungsian Aceh

Jumat, 13 Februari 2026 | 04:33

Pengolahan Sampah RDF Dibangun di Paser

Jumat, 13 Februari 2026 | 04:03

Begal Perampas Handphone Remaja di Palembang Didor Kakinya

Jumat, 13 Februari 2026 | 04:00

Jokowi Terus Kena Bullying Tanpa Henti

Jumat, 13 Februari 2026 | 03:34

4 Faktor Jokowi Ngotot Prabowo-Gibran Dua Periode

Jumat, 13 Februari 2026 | 03:10

Rano Gandeng Pemkab Cianjur Perkuat Ketahanan Pangan Jakarta

Jumat, 13 Februari 2026 | 03:09

Selengkapnya