Berita

Taufan Korompot/Net

Politik

Usung Agenda Revolusi, Ribuan Kader IMM Siap Geruduk Istana

SELASA, 29 NOVEMBER 2016 | 18:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mengusung agenda revolusi, ribuan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berencana menggeruduk Istana Merdeka, Jakarta, besok (Rabu, 30/11).

Ketua Umum DPP IMM Taufan Putrev Korompot menjelaskan bahwa aksi ini digelar karena IMM masih melihat negara kalah dari para pemilik modal. Sehingga kemerdekaan yang hakiki tidak sampai dirasakan masyarakat di kalangan bawah. Untuk itu, mengutip kata pendiri bangsa Soekarno bahwa revolusi belum selesai, maka IMM akan menggelar revolusi agar kemerdekaan turut dirasakan kaum papa.

"Tak akan pernah terwujud itu revolusi mental tanpa ada revolusi sistem dan reformasi penegakkan hukum. Revolusi tak harus berdarah-darah, karena substansi revolusi itu adalah perubahan" ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (29/11).


Taufan menilai revolusi bangsa ini masih panjang karena revolusi Indonesia bukan revolusi yang kecil, melainkan revolusi besar, diantaranya terkait ekonomi, politik dan budaya. Bahkan, menurut Taufan, revolusi pemikiran perlu juga dilakukan.

Dalam konteks aksi DPP IMM nanti, persoalan hukum menjadi sorotan, sehingga reformasi penegakkan hukum menjadi isu utama.

‎"Rakyat kecil yang dianggap hate speech dijemput paksa, terduga teroris ditembak mati. Namun, penista agama yang mengancam keberagaman masih bebas meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka," sambungnya.

Lebih lanjut, Taufan menambahkan, jika penista agama terdahulu ditahan dan diadili,‎ maka perlakuan yang sama juga harus dilakukan kepada penista agama hari ini. Sebab, hal itu sudah ada yurisprudensinya.

"Begitu pula dengan kasus hukum besar yang sampai hari ini masih menggantung, seperti kasus BLBI, century, reklamasi, korupsi Sumber Waras, juga harus diusut tuntas," tambah dia.

Taufan juga mengkritisi cara neo-orba pemerintah, dalam hal ini menghadapi masyarakat yang kritis dan menyampaikan pendapat.

"Memanggil tokoh-tokoh dengan alasan penghinaan terhadap pemerintah, melarang aksi massa, bahkan mencegah perusahaan transportasi digunakan untuk aksi, represif menghadapi aksi IMM, layaknya di Ambon dan di Bima. Bahkan membagikan maklumat penyampaian pendapat di muka umum melalui helikopter, ini cara-cara neo-orba," tegas Taufan.

Negara, lanjutnya, ‎tidak akan berdaulat jika hukum masih di bawah kendali penguasa, pemilik modal, dan politisi hitam. Oleh karenanya, IMM akan turun aksi pada 30 November.

"Kita akan turun serentak pada 30 November," pungkas dia. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya