Berita

Ridwan Kamil/Net

Nusantara

Ridwan Kamil Diminta Tak Tergoda Pimpin Jabar, Fokus Bandung

SELASA, 29 NOVEMBER 2016 | 11:43 WIB

Walikota Bandung Ridwan Kamil diminta tetap menyelesaikan jabatannya di Bandung dan tidak maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Pasalnya, selama tiga tahun memimpin kota Bandung, kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, dianggap belum membawa perubahan yang signifikan.

"Kota Bandung tengah berbenah diri di bawah kepemimpinan baru Ridwan Kamil. Tiga tahun berjalan, Ridwan Kamil masih belum ada perubahan signifikan. Tapi bukan berarti Ridwan Kamil telah gagal, banyak pula program-programnya dan inovasi fisiknya membawa perubahan untuk Kota Bandung," kata Penggagas Forum Warga Bandung Peduli Perubahan (FWBPP), Dodi Permana, seperti diberitakan RMOLJabar.Com


Menurut Dodi perubahan di kota Bandung tidak akan sesuai dengan harapan jika Emil memutuskan untuk tetap maju dalam Pilgub Jabar. Selain itu, kata dia, janji-janji program Emil saat kampanye tidak akan terwujud.

"Bila demikian pilihan Ridwan Kamil, maka proyek LRT, proyek bus listrik, proyek kota teknopolis, cable car atau apartemen rakyat, pengentasan banjir, pengentasan kemacetan dan proyek proyek modernisasi lainnya di bawah kepemimpinan baru penggantinya pasti cuma jadi mimpi yang lewat. Kami meminta agar Ridwan Kamil bertanggung jawab penuh atas mimpi-mimpi dan harapan Kota Bandung Juara yang sudah terlanjur dijanjikan kepada masyarakat," ujarnya.

Dodi berharap Emil mau berkomitmen untuk terus memimpin perubahan kota Bandung sampai tuntas.

"Jika dia mampu menolak panggilan untuk memimpin Jakarta, seharusnya dia juga bisa menolak godaan untuk memimpin Jawa Barat. Demi Kota Bandung yang kita cintai bersama. Kami tidak menghalangi karier politik beliau, kami juga bukan pendukung beliau, kami hanya berharap perubahan kota Bandung secara utuh, tidak setengah-setengah," tandasnya.[wid] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya