Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menggelar pertemuan dengan Ketua Parlemen Mesir Aly Abdel Aal dan Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail di Kairo, Minggu (27/11). Dalam pertemuan ini Mahyudin ditemani anggota MPR RI Guntur Sasono dan Duta Besar RI Kairo, Helmy Fauzy.
Upaya peningkatan kerja sama bilateral antara kedua negara baik di bidang politik, perdagangan, dan pendidikan menjadi pokok bahasan dalam pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan dengan ketua parlemen Mesir, kedua belah pihak membahas isu seputar perkembangan demokrasi di negara masing-masing. Kesamaan Mesir dan Indonesia dalam berbagai aspek dapat menjadi modal dalam memperkuat kerjasama kedua negara di berbagai bidang khususnya penguatan kerjasama parlemen.
"Mengingat eratnya hubungan kedua negara, perlunya parlemen kedua negara memiliki grup kerjasama bilateral"," ujar Mahyudin dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (28/11).
Pada kesempatan tersebut, kedua pejabat juga saling bertukar informasi mengenai pengalaman dalam penyelenggaraan pemilu, juga peran parlemen di kedua negara. Sebelum mengakhiri pertemuan, Mahyuddin juga mengundang Ketua Parlemen Mesir untuk berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan hubungan kerja sama yang lebih baik antar parlemen RI dan Mesir.
Sementara pertemuan dengan Perdana Menteri Mesir, kedua pihak membahas mengenai profil hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang dan upaya-upaya untuk memperkuat hubungan tersebut.
Wakil Ketua MPR RI menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Mesir yang telah memberi kesempatan kepada sekitar 4.000 pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir. Mereka adalah aset bangsa Indonesia yang belajar di Universitas Al-Azhar dan diharapkan akan menjadi pelopor dalam memerangi sikap dan pemikiran radikalisme dan ekstrimisme yang saat ini sedang tumbuh di berbagai belahan dunia.
Wakil Ketua MPR RI berharap agar jumlah mahasiswa Mesir yang belajar di Indonesia dapat ditingkatkan, agar terjadi pertukaran ilmu pengetahuan serta budaya yang seimbang.
Menanggapi kerja sama pendidikan tersebut, PM Mesir Sherif Ismail juga berharap agar jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Al-Azhar terus ditingkatkan, agar ke depan Indonesia dan Mesir bisa bersama-sama menjadi pelopor dunia dalam penegakan ajaran Islam yang moderat dan rahmatan lil’ alamin.
Guna meningkatkan kerjasama ekonomi, PM Sherif Ismail meminta agar Menteri Investasi dan Menteri Pariwisata Mesir dapat berkoordinasi dengan Pemerintah RI melalui Dubes RI untuk Mesir guna meningkatkan kerjasama kedua negara khususnya dalam bidang perdagangan dan pariwisata. Selain itu, PM Mesir juga berharap agar para pengusaha dan investor potensial dari Indonesia dapat turut mengembangkan investasi mereka di kawasan ekonomi khusus Terusan Suez.
Menanggapi hal tersebut, KBRI Cairo akan segera berkoordinasi baik dengan kementerian teknis di Mesir maupun kementerian terkait di Indonesia untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dimaksud.
Isu peningkatan arus wisatawan juga tak luput dari pembahasan kedua belah pihak, keduanya mengharapkan agar arus kunjungan wisatawan kedua negara dapat terus ditingkatkan. Selain juga keduanya sepakat agar komunikasi dan hubungan antar pejabat kedua negara dan masyarakatnya dapat terus ditingkatkan.
[ian]