Berita

Presiden Raul Castro bersama Wakil Presiden Miguel Diaz-Canel pada Desember 2013/AP Photo

Dunia

Mengenal Miguel Diaz-Canel, Calon Penerus Castro Bersaudara

MINGGU, 27 NOVEMBER 2016 | 05:29 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rakyat Kuba menangisi kepergian Fidel Castro. Jalan-jalan raya sepi dari aktivitas, pesta-pesta pernikahan dibatalkan, dan tampak beberapa kelompok warga sedang menangis sambil memegang foto diri sang revolusioner.

Fidel dikenang sebagai pemimpin yang membawa rakyatnya kepada sistem kesehatan dan pendidikan gratis yang berkualitas tinggi, serta kemerdekaan penuh dari intervensi musuh besar mereka, Amerika Serikat.

"Fidel adalah seorang ayah untuk semua orang di generasi saya," kata Jorge Luis Hernandez, seorang tukang listrik berusia 45 tahun, di Havana, Kuba, kepada Associated Press.


Mewakili kebanyakan rakyat Kuba yang memilih bertahan di bawah sistem politik komunis, ia berharap negerinya akan terus bergerak maju sepeninggal "sang raksasa dalam sejarah dunia".

"Kami besar, kuat, dan disokong orang-orang cerdas. Ada banyak transformasi, banyak perubahan, revolusi akan terus bergerak maju," tambah Hernandez.

Tiga tahun silam, Raul Castro yang menerima jabatan kepresidenan dari kakaknya pada 2008, mengumumkan bahwa ia akan mundur dari jabatannya ketika periode kepemimpinan berakhir di 2018.

Kala itu, untuk pertama kalinya calon penerus kepemimpinan dari generasi revolusioner Castro disebut-sebut. Ia adalah Miguel Diaz-Canel.

Diaz-Canel, pria berusia 56 tahun yang lahir dan dibesarkan di Santa Clara, masih menjabat wakil presiden pertama dari Dewan Negara Kuba. Ia memiliki prestasi cemerlang dalam menapaki hirarki Partai Komunis Kuba. Sebelumnya ia pernah menduduki jabatan pejabat provinsi dan naik tingkat menjadi menteri pendidikan tinggi.

Diaz-Canel digambarkan media-media asing sebagai sosok yang serius, jarang tersenyum, tetapi dipercaya sebagai pribadi humoris. Ia juga dinilai sebagai pria loyal, fleksibel, cerdas dan pencinta The Beatles.

Diaz-Canel adalah generasi baru dari politisi Kuba. Fidel Castro sendiri dikabarkan sudah menyetujui promosi Diaz-Canel untuk mewarisi tampuk pemerintahan komunis Kuba.

Meskipun kerap melakukan perjalanan ke luar negeri, sosok Diaz-Canel masih sedikit dikenal oleh dunia internasional. Bahkan, ia tak cukup populer di dalam negerinya sendiri.

Tampaknya, hambatan-hambatan itu akan patah dengan sendirinya. Apalagi, Raul Castro sempat menegaskan penunjukan Miguel Diaz-Canel sebagai pengalihan yang bertahap dan teratur, memberi peran kunci untuk generasi revolusioner yang lebih muda, untuk melestarikan sistem komunis demi masa depan.

Para kerabat dan kenalannya di Santa Clara mengenal Diaz-Canel sebagai kader komunis yang brilian dan bersahaja. Ia diangkat menjadi pemimpin Partai Komunis untuk provinsi Villa Clara pada usia 33 tahun.

"Dia punya mobil dinas, tapi tidak menggunakannya untuk hal-hal pribadi. Dia berjalan atau mengambil sepedanya. Dia jujur. Itulah mengapa begitu banyak orang di sini menyukainya," ujar salah satu tetangga, Ela Perez Montpellier.

"Cerdas, rajin dan pekerja keras. Dia tahu bagaimana memimpin," tambah warga Santa Clara lainnya, Alberto Scinasis.

Tapi seperti kebanyakan orang Kuba saat ini, Miguel Diaz-Canel dilahirkan setelah masa revolusi fisik. Memang, tidak ada yang meragukan komitmen ideologinya. Tapi, zaman menuntut model sosialis Kuba untuk berubah. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

I Wayan Sudirta Resmi Jadi Wakil Ketua MKD DPR RI Gantikan TB Hasanuddin

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:13

Pencabutan Izin Perusahaan Wajib Diikuti Pemulihan Lingkungan Sumatera

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:11

Politikus Senior PDIP Jejen Sayuti Dipanggil KPK Terkait Kasus OTT Bupati Bekasi

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:56

DPR Klaim Sudah Ingatkan Pemerintah Soal Mitigasi Cuaca Ekstrem Sejak Dua Bulan Lalu

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:48

Bukan Masalah Posisi, DPR Pilih Fokus Kawal Profesionalisme Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:40

Paripurna DPR Sahkan 8 Poin Percepatan Reformasi Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:35

OJK: Tren Cashless Picu Penurunan Jumlah ATM di Seluruh Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:31

Paripurna DPR Sahkan 9 Komisioner Ombudsman RI Periode 2026-2031

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:21

Badai Musim Dingin AS Tahan Kenaikan Harga Bitcoin

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:15

Gubernur Banten Janji Normalisasi Sungai Atasi Banjir di Tangerang Raya

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya