Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Ombudsman: Kasus AKBP Brotoseno dan Jaksa Kejati Jatim Bukan Pungli

SABTU, 26 NOVEMBER 2016 | 22:16 WIB | LAPORAN:

RMOL. Baru terbentuk selama dua bulan, tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) telah mencokok dua oknum dari lingkungan penegak hukum.

Keduanya yakni AKBP Brotoseno dan Jaksa Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Achmad Fauzi.

Menurut Komisioner Ombudsman RI Alamsyah Saragih, kedua kasus tersebut memiliki perbedaan. Untuk kasus AKBP Brotoseno, dinilainya merupakan kasus suap. Sementara untuk kasus Jaksa Achmad Fauzi merupakan kasus pemerasan.


Meski keduanya ditangkap oleh Tim Saber Pungli, kata dia, namun operasi yang dilakukan tim tersebut jauh dari kasus pungutan liar alias Pungli.

Pungli sambung Alamsyah, pemberian imbalan dari seseorang yang sebenarnya memiliki hak dan memenuhi syarat untuk dilayani. Namun lantaran prosesnya sengaja dipersulit maka pihak yang memiliki hak mengeluarkan imbalan diluar ketentuan agar pihak pelayan bisa mengerjakan tanggungjawabnya.

"(Kasus Brotoseno) Itukan inisiatifnya dari yang dilayani, itu suap. Menurut saya bukan pungli, jadi wajar kalau nilainya besar. Kalau pungli itu memang kecil-kecil. Kalau pemerasan itu terjadi di Surabaya, kemarin. Kalau kasus jembatan timbang itu kaitannya dengan pungli," kata dia di Jakarta, Sabtu (26/11).

Alamsyah menambahkan, banyak masyarakat tidak mengetahui klasifikasi pungli, suap dan pemerasan.

Menurutnya, suap, korupsi atau pemerasan dibanding pungli diibaratkan antara vampir dengan nyamuk Demam Berdarah. Walaupun nyamuk demam berdarah kecil, tapi bisa mematikan.

"Jadi harus diluruskan dulu pungli suap, pemerasan jangan di campur aduk," ujarnya.

Meski Tim Saber Pungli telah lebih jauh melaksanakan kinerjanya, namun Alamsyah menjelaskan tim tersebut merupakan sebuah proses yang harus didukung oleh masyarakat.

"Banyak orang bilang hanya sementara, tapi nanti kita akan berujung pada dua hal, apakah memang Satgas ini dianggap selesai dan kemudian semua orang kembali kepada kebiasaan awal atau Satgas ini mampu mentrasformasi sebuah system pengawasan yang lebih baik," ujarnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya