Berita

Foto/Net

Bisnis

GN-PSDA Dituding Cuekin Kejahatan Pertambangan

SABTU, 26 NOVEMBER 2016 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Koalisi Anti Mafia Sumberdaya Alam menegaskan, Gerakan Nasional Penyelamatan Sumberdaya Alam (GN-PSDA) yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan 34 kemente­rian/lembaga, gubernur dan bupati/walikota, bukan upaya legalisasi kejahatan pertam­bangan.

Karena itu, upaya-upaya menindaklanjuti seluruh temuan yang dihasilkan GN-PSDA, khususnya di sektor pertam­bangan, harus segera dijalank­an untuk seluruh aspek yang menjadi sasaran GN-PSDA.

Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur, Pradharma Rupang menuturkan, selama ini koalisi memandang bahwa GN-PSDA, khususnya sektor per­tambangan, lebih menitikberatkan pada aspek penataan izin yang bersifat administratif.


Sementara program tersebut tidak banyak menyentuh perso­alan substantif lainnya, seperti aspek penegakan hukum terhadap korporasi pemegang izin yang melakukan kejahatan pertambangan.

Koalisi menemukan masih terdapat 1440 Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang berstatus Non Clean and Clear (CnC) di Kalimantan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara yang setara dengan 40 persen dari total IUP Non CNC se-Indonesia. "Status CnC juga tidak menjamin IUP bebas dari permasalahan," katanya.

Pradharma menyebutkan, di Kalimantan Barat, 95 persen IUP yang sudah berstatus CnC ternyata tumpang tindihden­gan kawasan hutan. Sementara di Sulawesi Tengah, dari 14 IUP CnC yang diinvestigasi masyarakat sipil, empat di antaranya tidak mengalokasikan jaminan reklamasi. Sementara 10 sisanya menempat­kan jaminan tapi tidak melaku­kan reklamasi.

"Koalisi juga menemukan 32 IUP di Samarinda yang menin­ggalkan 232 lubang tambang yang tidak direklamasi," im­buhnya. Sementara 25 dari 201 IUP CnC di Kalimantan Barat telah lakukan pembukaan lahan sebesar 1.602 hektare dan tidak melakukan reklamasi.

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Timur, Syaifudin, mengungkapkan pertambanganjuga makin menyaplok ka­wasan hutan. Koalisi menemukan bahwa 67 persen luasan area pertambangan di Indonesia berada di kawasan hutan, yakni sekitar 26 dari 39 juta hektare.

"Sebanyak 6,3 juta hek­tare diantaranya ada di hutan lindung dan konservasi," ka­tanya. Pihaknya mencatat, 90 persen area pertambangan di Indonesia yang berada di hutan produksi tidak memiliki Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), yakni 17,6 dari 19,6 juta hektar.

Tak hanya itu, data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa ada potensi kerugian negara sebesar Rp 26 triliundari piutang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pertambangan.

Di Kalimantan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara terdapat 3419 IUP minerba yang memiliki tunggakan PNBP dari pembayaran iuran tetap 2013-2015 hingga Rp 943 miliar. "Belum lagi dengan persoalan lubang tambang di Kaltim yang telah merenggut nyawa 26 kor­ban," sebut Syaifudin. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya