Berita

M Rizieq Shihab/Net

Wawancara

WAWANCARA

M Rizieq Shihab: Agenda Aksi 2.12 Adalah Istighosah Dan Doa Untuk Keselamatan Negeri

KAMIS, 24 NOVEMBER 2016 | 10:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Habib Petamburan ini mengungkapkan, agenda utama aksi 2 Desember mendatang hanyalah menuntut agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditahan. "Tidak ada agenda lain, apalagi un­tuk melakukan makar," tukasnya saat dijumpai di kantor Bareskrim Mabes Polri di gedung Kementerian Kelautan Perikanan, Jakarta Pusat.

Menurut Rizieq, aksi 212 yang akan digelarnya adalah konstitusional. Dia bilang, setiap warga negara berhak melakukan aksi unjuk rasa karena dilindungi Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998. Bahkan dalam Pasal 18 ayat 1 undang-undang itu menyebutkan, barang siapa menghalangi atau menghadang aksi dengankekeras­an maka bisa dipidana satu tahun penjara. Berikut ini keterangan Habib Rizieq;

Kenapa sampai saat ini anda selalu menuntut supaya Ahok segera ditahan?

Karena dalam sejarah hukum di Indonesia, tidak ada satu pun tersangka di Indonesia dalam kaitannya pasal 156 a KUHP yang tidak ditahan, semua di tahan. Misalnya kasus penistaan yang dilakukan Permadi dan Asrwendo Atmowiloto yang juga dituduh menghina agama Islam. Kemudian ada juga Yusman Roy dan Lia Aminuddian (Lia Eden) langsung di tangkap, ditahan, dan juga diproses hukum dengan cepat.

Karena dalam sejarah hukum di Indonesia, tidak ada satu pun tersangka di Indonesia dalam kaitannya pasal 156 a KUHP yang tidak ditahan, semua di tahan. Misalnya kasus penistaan yang dilakukan Permadi dan Asrwendo Atmowiloto yang juga dituduh menghina agama Islam. Kemudian ada juga Yusman Roy dan Lia Aminuddian (Lia Eden) langsung di tangkap, ditahan, dan juga diproses hukum dengan cepat.

Tapi Kepolisian kan punya pertimbangan sendiri?

Menurut saya tidak ada alasan bagi Polri untuk tidak melaku­kan penahanan terhadap Ahok. Sebab tersangka lainnya lang­sung ditahan. Kalau hanya Ahok yang tidak ditahan, artinya terja­di diskriminasi. Kedudukannya tidak sama di hadapan hukum. Jadi kalau saat ini Ahok tidak ditahan ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ahok kan sudah minta maaf, dan proses hukum sedang be­jalan. Kenapa masih berunjuk rasa?

Bagaimana bisa dibiarkan ka­lau ada orang yang menistakan agama tapi tidak ditahan? Kalau Ahok langsung ditahansetelah ditetapkan sebagai tersangka, pasti kami akan menunggu dan mengawal proses huku­mnya dengan tenang. Kami menghormati hukum kok. Kami melakukan ini karena menuntut keadilan.

Selain itu kami juga khawatir Ahok akan mengulang lagi per­buatannya kalau tidak segera ditahan. Kami punya bukti kuat tak terbantahkan, isinya men­gungkapkan adanya unsur kes­engajaan dalam kasus ini. Bukti tersebut menunjukan kalau pe­nistaan agama dilakukan secara sistematis. Bukti itu sudah kami serahkan kepada Kepolisian ke­marin, untuk melengkapi BAP saat gelar perkara.

Bukti apakah itu?
Bukti rekaman di tempat lain, saat yang bersangkutan menghina Al Qu’ran. Artinya itu yang jadi bukti kuat untuk Ahok menista Al Quran secara berulang kali.

Contohnya?
Beberapa bukti kuat tersebut, yaitu saat Ahok berpidato di kan­tor salah satu partai pendukung, kemudian di Balaikota, dan be­berapa tempat lain. Dengan adanya bukti -bukti ini, saya yakin tidak alasan lagi bagi Kepolisian untuk tidak menahan Ahok.

Terkait dugaan adanya agen­da lain dalam aksi 212, anda bisa jamin tidak ada?
Bisa. Saya jamin aksi Bela Islam Itujuannya tahan Ahok, aksi Bela Islam IItujuannya tahan Ahok, dan aksi Bela Islam IIItujuannya tahan Ahok. Tidak ada yang lain.

Ada kekhawatiran dalam aksi 212 nanti bisa menyebab­kan kerusuhan?
Kalau dari massa kami, saya yakin tidak akan rusuh. Sebab sebelumnya kami sudah sepa­kat, kalau aksi 2 Desember bukan sekadar aksi damai, tapi super damai.

Karena saat itu kami han­ya akan melaksanakan salat Jumat di sepanjang Soedirman -Thamrin, dari Semanggi sampai Istana, dengan posisi Imam dan khatib di Bundaran HI.

Agenda aksi yang akan kami gelar adalah istighosah dan doa untuk keselamatan negeri. Aksi yang bertepatan dengan Jumat Kubro serta Maulid Akbar, disebut juga aksi ibadah gelar sajadah. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya