Berita

Politik

Ketum PB PII: Sangat Naif Kalau Aksi Bela Islam Disebut Makar

KAMIS, 24 NOVEMBER 2016 | 02:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana Aksi Bela Islam III pada Jumat (2/12) mendatang adalah bentuk kepedulian umat Islam terhadap tegaknya nilai-nilai keadilan, kesejajaran, kemanusiaan dan kepedulian terhadap tegaknya panji NKRI.

"Oleh karenanya sangat naif jika ada pejabat atau siapapun yang menganggap rencana aksi tersebut adalah makar atau ingin meruntuhkan NKRI," tegas Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia, Nasrullah Larada (Rabu, 23/11).

"Ingat, sejak jaman penjajahan hingga detik ini, umat Islam selalau berada garda depan dalam menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan apapun termasuk PKI," sambungnya.


Karena itu dia mengingatkan sudah selayaknya bagi seluruh komponen anak bangsa untuk introspeksi dan menahan diri dari ucapan, tindakan dan sikap yang tidak cerdas dan provokatif.

"Bahwa langkah tanggap pemerintah dalam hal ini TNI/Polri untuk mencegah adanya kelompok lain yang akan menunggangi Aksi Damai Umat Islam 212, perlu kita apresiasi sebagai upaya preventif dan rasa cintanya kepada umat Islam," ucapnya.

Namun, menurutnya, hendaknya menggunakanlah kalimat dan pilihan kata yang pas, tepat dan cerdas dalam berucap, apalagi kalimat itu dari seorang pejabat publik. Karena penggunaan kata 'makar' bisa menimbulkan persepsi yang beragam, bahkan bisa dilakukan oleh siap saja, bukan hanya rakyat tapi juga seorang pejabat sekalipun.

"Bagi segenap umat Islam yang akan menyampaikan hak pendapatnya pada 2/12, sampaikanlah dengan santun dan damai. Tugas TNI/Polri adalah mengawal aksi damai umat Islam dengan senyum keramahan dsn senyum kesejukan," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya