Berita

Hukum

Dipertanyakan, Motif Jaksa Ngotot Bertemu Dahlan Tengah Malam Di RS

RABU, 23 NOVEMBER 2016 | 15:35 WIB | LAPORAN:

Tim kuasa hukum Dahlan Iskan menyayangkan sikap seorang jaksa Tinggi Jawa Timur yang ngotot ingin bertemu Dahlan yang sedang mendapat perawatan khusus dari dokter pada Selasa (22/11) malam.

Jurubicara tim kuasa hukum Dahlan, Riri Purbasari Dewi menceritakan jaksa tak berseragam dan mengaku bernama Ahmad dari Kejati Jatim itu datang seorang diri sekitar pukul 21.00 WIB.

Kepada perawat rumah sakit, jaksa tersebut bilang harus menyampaikan langsung surat dakwaan untuk ditandatangani Dahlan. Perawat langsung menolak permintaan tersebut. Sebab, Dahlan baru saja diberi obat dan tidak bisa diganggu dengan alasan apa pun. Tapi jaksa tersebut tetap memaksa. Padahal sudah diberi penjelasan gamblang.


Pihak rumah sakit akhirnya menghubungi keluarga Dahlan dan tersambung dengan pengacaranya. Melalui sambungan telepon, jaksa tersebut diberi penjelasan bahwa Dahlan sejak ditetapkan sebagai tersangka sudah didampingi tim pengacara.

"Kalau ada apa pun, surat menyurat, harus melewati pengacara. Tidak bisa langsung kepada yang bersangkutan," kata Riri yang mantan model.

Ia pun sudah mempersilakan jaksa untuk menyampaikan surat tersebut ke kantor tim pengacara di Jalan Arjuno, Surabaya, hari ini (Rabu, 23/11) pukul 09.00 WIB. Tapi hingga pukul 12 siang tadi, belum ada satu pun jaksa maupun kurir mengantarkan dokumen terkait Dahlan.

Menurut dia, sikap jaksa tersebut sudah di luar kepatutan. Dia juga mempertanyakan motif jaksa sehingga memaksa untuk bertemu Dahlan yang tengah menjalani pemeriksan.

Riri menjelaskan, seharusnya Dahlan sudah check up rutin ke Tianjin, Tiongkok. Hal itu dilakukan untuk memantau apakah ada virus atau bakteri yang berkembang pasca transplantasi.

"Karena sejak operasi ganti hati, Pak Dahlan tidak boleh sakit mengingat sistem kekebalan tubuhnya di bawah orang normal," tambahnya.

Saat ini tim kuasa hukum sedang mengkaji rencana melaporkan kesewenang-wenangan Kejati Jatim ini ke sejumlah lembaga negara.[wid] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya