Berita

Net

Hukum

KPK Gelar Rakor Bahas Barang Sitaan

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 17:24 WIB | LAPORAN:

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo membuka Rapat Koordinasi Tata Laksana Benda Sitaan dan Barang Rampasan dalam rangka pemulihan aset hasil tindak pidana korupsi di Hotel JS. Luwansa, Jakarta, Senin (21/11).

Dia menjelaskan, pertemuan untuk mendorong peningkatan pemahaman dalam tata kelola benda sitaan dan barang rampasan. Menurut Agus, dalam perawatan barang rampasan serta benda sitaan seringkali membutuhkan uang yang tidak sedikit. Apalagi, proses pemurnian benda sitaan atau barang rampasan harus dilakukan setelah putusan pengadilan.

Mantan ketua Lembaga Kebijakan pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) itu mencontohkan, pihaknya pernah menyita 30 ekor sapi milik Bupati Subang Ojang Suhandi yang diduga hasil pencucian uang. Namun, atas persetujuan Ojang, 30 ekor sapi tersebut akhirnya dilelang agar hewan tersebut tidak mati dan harga tidak jatuh. Selain hewan, KPK juga menyimpan benda sitaan seperti kendaraan mewah. Untuk benda ini, pihaknya kewalahan lantaran nilainya menyusut juka tidak dirawat.


"Perlu dicari tata kelolanya, hari ini ada perawatan mobil mewah yang membutuhkan biaya besar. Mudah-mudahan hasil rapat kordinasi ini akan ada hasil untuk memberikan gambaran tata kelola yang baik untuk barang sitaan dan rampasan di waktu yang akan datang," ujar Agus.

Di kesempatan yang sama, Juru Bicara Presiden Joko Widodo Johan Budi Sapto Pribowo yang turut mengikuti rakor juga menyadarinya. JMantan juru bicara KPK itu memastikan akan melaporkan hasil dan gambaran tata kelola barang sitaan dan rampasan kepada Presiden Joko Widodo.
‎
"‎Saya kira ini bagian yang bisa diusulkan kepada presiden dalam konteks reformasi hukum," katanya.

Tak hanya Agus Rahardjo dan Johan Budi, rakor tersebut juga dihadiri Direktur Bidang Penindakan KPK Heru Winarko, Direktur Tipikor Bareskrim Polri Brigjen Ahmad Wiyagus, perwakilan Kementerian Hukum dan HAM serta perwakilan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya