Berita

Ahok/Net

Hukum

Berkas Ahok Sebaiknya Diserahkan Ke JPU Pekan Ini

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 10:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) berharap kepada penyidik Bareskrim Polri bisa menuntaskan berkas kasus Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dengan cepat. Ahok adalah tersangka kasus penistaan agama "Al-Maidah 51".

"Lemkapi memiliki pandangan jika berkas perkara kasus Ahok sudah celar, kami minta segera serahkan ke JPU (jaksa penuntut umum) pekan ini," kata Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan, Senin (21/11).

Menurutnya, hal ini penting untuk alasan profesionalisme dan kemandirian polri, dan untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.


"Berkasnya akan lebih bagus jika cepat diserahkan ke JPU agar diteliti apakah berkas sudah lengkap (P21) atau belum oleh jaksa," ujar Edi.

Menurut kajian-kajian di Lemkapi. jika berkas perkara Ahok terlalu lama diproses di kepolisian, bisa berpotensi munculnya konflik baru dalam masyarakat, karena masyarakat butuh kepastian hukum.

"Kami minta Pak Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) jika berkas sudah celar, sebaiknya pekan ini sudah diserahkan ke JPU agar tugas Polri celar," tambah mantan komisioner Kompolnas ini.

Sekjen Lemkapi, Ujang Jaka menambahkan dengan masuknya berkas Ahok ke Kejaksaan. maka jaksa tinggal meneliti apakah berkas Ahok sudah dinyatakan lengkap (P21) atau belum.

"Kalau  sudah lengkap, kita tinggal tunggu pelaksanaan sidang." ujar pakar hukum pidana dari Universitas Attahiriyah Jakarta itu.

Ujang berharap apapun yang jadi putusan pengadilan nanti, masyarakat bisa menerimanya.

"Mari kita sama-sama hormati proses hukum dan menghindari perpecahan demi negara kesatuan Republik Indonesia," tukasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya