Berita

Habib Rizieq/Net

Hukum

Nama Habib Rizieq Mulai Dielus-elus Jadi Capres

Dianggap Bawa Pengaruh Dalam Aksi 411
SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 08:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pelaksanaan pemilu presiden tahun 2019 memang masih sekitar 3 tahun lagi. Namun, sejumlah tokoh mulai digadang-gadang layak maju sebagai calon presiden di luar petahana Joko Widodo.

Uniknya, dari beberapa tokoh yang muncul, terdapat nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. Dia bersanding dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Analisis ini disampaikan Pendiri lembaga Kedai Kopi (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) Hendri Satrio. Pendapat Hendri ini didasari pada aksi unjuk rasa 411 yang diikuti ratusan ribu umat islam.


"Ahok Effect ini nilai positif­nya telah memunculkan tokoh-tokoh baru yang diperhitungkan di pentas nasional, dan layak untuk dimajukan pada Pilres 2019," kata Hendri dalam dis­kusi di Jakarta, kemarin.

Dalam aksi tersebut, kata dia, ada nama-nama yang dianggap mendapat sorotan positif dari masyarakat. Sebut saja ada nama Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo yang disebut-sebut pantas jadi capres, lalu Sri Mulyani, Tito Karnavian, hingga Habib Rizieq.

Bahkan Hendri menilai, Habib Rizieq bisa saja mencuat kalau dia tampil elegan dalam masa-masa mendatang. "Misalnya, nanti ketika demo 212 atau 2 Desember, Habib Rizieq mampu berpidato mendayu-dayu me­nyejukkan umat, maka bukan tak mungkin akan memberi pesona kepada masyarakat luas," kata Hendri.

Dalam diskusi tersebut, Ustaz Zaitun Rasmin yang sempat mengangkat nama itu menyatakan, dirinya hanya bercanda kalau menyebut Habib Rizieq capres. "Saya hanya bercanda, jangan sampai saya dimarahi Habib RIzieq. Tapi, saya mene­kankan, Jangan sampai diang­gap, yang bisa memimpin hanya tokoh-tokoh nasionalis. Tokoh Islam juga bisa. Hanya saja, soal ustaz Habib Rizied, beliau tidak ada orientasi ke sana," ungkapnya.

Sekadar catatan, munculnya nama Rizieq sebagai capres bu­kan kali pertama. Nama Rizieq mulai digadang-gadang seba­gai capres saat FPI menggelar Munas III di Asrama Haji, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Agustus 2013 atau menjelang pelaksan­aan Pilpres 2014.

Dalam Munas III FPI itu, terdapat dukungan dari berbagai pihak agar Habib Rizieq maju sebagai calon presiden. Bahkan saat itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Achmad Cholil Ridwan dan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khathath optimistis Rizieq mendapatkan suara sebanyak 30 persen.

"Insya Allah, kalau (Habib Rizieq ) mau maju, semua umat mendukung," kata Achmad Cholil saat itu.

Menanggapi dukungan dari pengikutnya, Rizieq mengata­kan, itu bagian dari hak politik para pengikutnya. Rizieq men­gaku masih fokus menjalankan tugasnya. Kalaupun dukungan secara politik itu ada, Rizieq men­gaku belum menentukan sikap.

"Saya masih enjoy pimpin FPI. Kalau ada yang mendu­kung silakan. Saya tidak men­erima atau menolaknya," jawab Rizieq. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya