Berita

Politik

Video Permadi Tentang Penahanan Ahok Gegerkan Publik Dumay

MINGGU, 20 NOVEMBER 2016 | 09:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejak tadi malam hingga pagi ini (Minggu, 20/11), sebuah potongan video pernyataan dari mantan politisi PDI Perjuangan dan anggota DPR RI, Permadi, menggegerkan dunia maya.

Video itu beredar di berbagai grup WA dan laman Facebook.

Potongan video berdurasi 3 menit 18 detik itu memperlihatkan Permadi yang mengenakan baju hitam-hitam, seperti biasa, membandingkan kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan dirinya dan beberapa orang lain yang pernah dituduh menista agama.


"Saya pernah dituduh melakukan penistaan terhadap agama Islam. Saya langsung ditangkap, ditahan sebelum diperiksa. Arswendo Atmowiloto pernah dituduh menghina agama Islam, langsung ditangkap, ditahan sebelum diperiksa. Lia Aminudin juga begitu," kata Permadi berapi-api.

"Dan puuhan orang yang dituduh melakukan penistaan agama langsung ditangkap, langsung ditahan, langsung diadili, langsung dipenjara. Termasuk saya," sambungnya menegaskan sekali lagi.

Karena itu, Permadi mempertanyakan mengapa Ahok yang sudah dinyatakan sebagai tersangka tidak langsung ditahan. Bukankah sudah ada dua alat bukti yang dijadikan dasar sehingga Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

"Ahok itu sudah bersalah. Saya minya maaf pada polisi yang menyatakan kita harus menggunakan praduga tak bersalah. Tidak. Ahok sudah bersalah," masih kata Permadi.

Karena Ahok tidak ditangkap dan ditahan, Permadi menduga, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah melakukan praktik rasialisme.

"Karena kami yang pernah ditangkap pribumi semua," sambungnya.

"Saya menuntut perlakuan yang sama. Kami menuntut keadilan kepada kapolri supaya Ahok ditahan," demikian Permadi. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya