Berita

Foto: UN.Org

Kesehatan

Hari Toilet Sedunia 19 November, Jangan Anggap Sepele

MINGGU, 20 NOVEMBER 2016 | 08:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tidak banyak masyarakat Indonesia yang menyadari bahwa tanggal 19 November 2016 kemarin secara resmi ditetapkan PBB sebagai Hari Toilet Sedunia.

Sejauh yang diperhatikan juga tidak ada kampanye khusus yang digerakkan oleh pemerintah atau LSM tertentu untuk memperingatinya.

Segelintir dari yang menyadari hal itu menggunakan Hari Toilet Sedunia sebagai bahan meme dan mengaitkannya dengan Parade Bhinneka Tunggal Ika yang dihadiri sekitar seribu orang di Silang Monas, Jakarta.


Terlepas dari konteks politik lokal dan nasional yang membuat kedua hal itu disambung-sambungkan, semestinyalah  masyarakat Indonesia lebih menaruh perhatian serius pada Hari Toilet Sedunia 19 November.

Menurut PBB dalam halaman khusus mengenai Hari Toilet Sedunia 19 November, dari lebih 7 miliar penduduk dunia, ada sekitar 2,4 miliar yang tidak memiliki toilet di tempat tinggal mereka.

Ketiadaan toilet di tempat tinggal, menurut PBB, adalah persoalan penting yang tidak bisa dianggap sepele dan dipandang sebelah mata karena berdampak serius pada kehidupan manusia, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Ketiadaan toilet di tempat kerja dan di rumah mengakibatkan, misalnya, kesehataan yang minim, ketidakmampuan untuk menghadiri aktivitas penting (absenteeism), konsentrasi yang kurang optimal, kelelahan dan produktivitas yang rendah.

"Hilangnya produktivitas karena penyakit akibat ketiadaan sanitasi dan kebersihan yang parah membebani banyak negara hingga 5 persen dari GDP," tulis PBB seperti dikutip dari laman UN.Org.

PBB juga menekankan bahwa persoalan sanitasi adalah salah satu prioritas pembangunan berkelanjutan global yang diluncurkan pada 2015. PBB menargetkan pada tahun 2030 nanti, atau 14 tahun lagi, semua manusia telah memiliki akses yang memadai terhadap toilet.

"Toilet memainkan peranan yang penting dalam menciptakan ekonomi yang kuat, juga meningkatkan kesehatan dan melindungi keamanan serta harga diri manusia, terutama bagi kaum perempuan," tulis PBB lagi.

Ada beberapa data yang perlu diperhatikan terkait dengan Hari Toilet Sedunia 19 November 2016.

Pertama, seperti telah disebutkan sebelumnya, 2,4 miliar penduduk bumi tidak memiliki sanitasi yang memadai. Ini data Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF tahun 2015.

Lalu, masih menurut WHO dan UNICEF, satu dari 10 manusia di muka bumi tidak punya pilihan selain membuang kotoran mereka di tempat terbuka.

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah, penyakit disentri akibat sanitasi yang parah dan air yang tidak aman membunuh 315 ribu anak-anak setiap tahun. Ini data dari WAS-Hwatch tahun 2016.

Penularan penyakit di tempat kerja, Menurut Organisasi Tenaga Kerja Dunia (ILO) tahun 2003, umumnya diakibatkan oleh sanitasi dan kebersihan yang kurang. Ini menyebabkan kematian di tempat  kerja sebesar 17 persen.

Studi yang dilakukan Hutton pada tahun 2012 menyebutkan penurunan produktivitas karena penyakit yang diakibatkan sanitasi dan kebersihan yang tidak baik membebani banyak negara hingga 5 persen dari GDP.

Jadi sekali lagi, jangan anggap sepele Hari Toilet Sedunia 19 November 2016. Ada pekerjaan besar bagi kita yang mampu untuk membantu saudara-saudara kita yang tidak memiliki akses maksimal dan mausiawi terhadap toilet.

Jangan biarkan mereka membuang kotoran di tempat terbuka. [dem]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya