Berita

Ardian Sopa: Net

Politik

Ahok Terancam Gugur Di Putaran Pertama

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 16:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Elektabilitas pasangan calon petahana gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat mengalami kemerosotan tajam pasca Ahok ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penistaan agama oleh Bareskrim Polri. Elektabilitas petahana kini tinggal 10,6 persen.

Sontak kemerosotan ini mendatangkan untung tersendiri bagi pasangan lain penantang Ahok-Djarot. Elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang sebelum Ahok tersangka hanya memiliki elektabilitas sebesar 20,00 persen melonjak menjadi 31.90 persen dalam pertanyaan terbuka dan 31,10 dalam pertanyaan tertutup.

"Sementara elektabilitas pasangan nomor ururt dua Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang sebelumya hanya sebesar 20,9 persen melonjak menjadi menjadi 30,9 persen pasca Ahok tersangka (jika pertanyaan terbuka) dan 32,30 persen (jika pertanyaan tertutup jika Ahok tersangka)," ujar peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa saat merilis survei terbaru LSI di Kantor LSI, Jalan Pemuda 70 Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11).


Dengan keadaan seperti ini, lanjut Ardian, pasangan Ahok-Djarot berpotensi tersingkir bahkan kalah di pemilihan putaran pertama. Pasalnya, Ahok-Djarot berada di urutan buncit di antara dua pasangan lainnya, dengan selisih tertinggal sekitar 20 persen.

Survei dilakukan pada tanggal 31 Oktober hingga 5 November 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini plus minus 4,8 persen. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (FDG/focus group discussion, media analisis, dan in depth interview).

"Saat survei itu dilakukan Ahok memang belum menyandang status tersangka, namun responden telah ditanya perihal dukungan jika Ahok menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama," pungkasnya. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya