Berita

Sofwat Hadi/Net

Hukum

Sofwat Hadi: Percayakan Kasus Ahok Kepada Hukum

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 06:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota DPD RI Kombes Pol (Purn) H.M. Sofwat Hadi mengatakan dalam menjalankan proses hukum, penegakan hak asasi manusia (HAM) sesuatu yang mesti dilakukan. Termasuk HAM terhadap pelaku kejahatan atau pelanggar hukum.

"Pengalaman saya mengikuti awal pendidikan kepolisian, sangat ditekankan untuk memperhatikan, menghormati dan menegakkan HAM," sebut Sofwat, Jumat (18/11).

Demikian dikatakan senator asal Kalimantan Selatan ini menanggapi status tersangka Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam kasus penistaan agama.


Jealas Sofwat, pada hakikatnya dan pada umumnya bahwa tindakan kepolisian merupakan tindakan yang melanggar HAM, misal memeriksa seseorang, menangkap, memasukkan dalam kamar tahanan, memborgol, dan menembak. Maka supaya tindakan kepolisian itu bukan merupakan pelanggaran HAM atau tindakan yang sewenang-wenang, maka setiap tindakan kepolisian harus berdasarkan atau perintah UU.

"Bukan berdasarkan tuntutan atau tekanan seseorang maupun publik dan juga bukan berdasarkan kebencian atau sakit hati maupun motif tertentu," ujarnya.

Sofwat mengajak masyarakat jangan sesekali memaksakan kehendak.

"Kita pun janganlah secara tidak sadar karena memberi tekanan, menjadi bagian yang melanggar HAM seseorang yang dijamin oleh konstitusi/UUD 1945 dan juga sesuai dengan ajaran agama," imbuhnya.

"Percayakan saja kepada para aparat penegak hukum untuk memproses kasus Ahok sampai ada putusan hakim yang inkracht atau putusan yang mempunyai kekuatan hukum yangg tetap," tukas Sofwat menambahkan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya