Berita

Net

Hukum

Sekretaris Masjid Luar Batang: Kalau Ahok Belum Ditahan, Umat Belum Tenang

KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 | 13:56 WIB | LAPORAN:

Status tersangka yang disematkan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum membuat tenang warga yang kontra.

Sekretaris Masjid Kramat Luar Batang, Penjaringan Jakarta Utara, Mansyur Amin berharap ada kejelasan hukum terkait penanganan kasus Ahok.

"Buat kami status tersangka (Ahok) belum membuat Umat tenang. Karena belum berkekuatan hukum tetap. Kami berharap selekasnya dia di hukum," ujar pria yang akrab disapa Daeng Mansyur itu kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/11).


Apalagi, Mansyur menilai, keputusan Bareskrim Polri untuk tidak menahan Ahok berindikasi merusak integrasi bangsa.

Pasalnya, Mansyur merasa sejak awal memang tidak ada ketegasan Bareskrim Polri untuk menahan Ahok.

"Kami dari awal sudah tidak yakin atas penahanan terhadap Ahok. Karena, kalau kita liat kalimat-kalimat yang keluar dari para petinggi Polri. Bagi kami, ini adalah tindakan berbahaya yang dapat merusak disintegrasi bangsa kedepannya," paparnya.

Mansyur juga menduga ada skenario untuk menyelamatkan Ahok atas kasus-kasus yang membelitnya.

Seolah-olah, lanjutnya, Gubernur DKI non aktif itu, lebih berharga daripada keutuhan NKRI

"Dalam pandangan kami saat ini, seolah-olah Ahok lebih berharga dari NKRI yang kelahirannya atas dasar tetes darah, airmata bahkan nyawa Umat Islam," demikian Mansyur.

Seperti diketahui, Ahok ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (16/11), oleh Bareskrom Polri usai gelar perkara sehari sebelumnya. Calon Petahana Gubernur DKI itu juga dicegah bepergian keluar negeri.  [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya