Berita

Hukum

KBRI: Kedatangan Ulama Mesir Karena Undangan Bareskrim Atas Usulan Tim Ahok

KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 | 12:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo tidak pernah menunjuk/merekomendasikan maupun mengundang serta menanggung biaya perjalanan Syaikh Amr Mustofa El Wardhany dari Mesir ke Indonesia.

Dalam keterangan persnya, KBRI menjelaskan pihaknya hanya meneruskan surat undangan dari Badan Reserse Kriminal Mabes Polri kepada sang ulama.

Karena kedatangan Syaikh Amr Mustofa El Wardhany ke Indonesia dalam rangka memenuhi undangan Bareskrim untuk menjadi saksi ahli kasus penistaan agama yang melibatkan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok).


"Usulan pemanggilan Syaikh Amr Mustofa El Wardhany berasal dari tim pihak terlapor yang memiliki komunikasi langsung dengan beberapa alumni Universitas Al Azhar Cairo," demikian rilis KBRI tersebut.

Ditegaskan pula KBRI Kairo sebagai perwakilan resmi Pemerintah Indonesia menegaskan, konsisten untuk bersikap netral dan nonpartisan serta berkomitmen menjalankan peran dan fungsinya sebagaimana yang diatur dalam undang-undang.

"Hal ini kami tekankan untuk sekaligus menegaskan bahwa Perwakilan RI, khususnya Duta Besar dan staf, berfungsi dan bertugas sebagai fasilitator serta menjalankan seluruh instruksi resmi yang berasal dari Pemerintah Pusat."

Syaikh Amr Mustofa El Wardhany sendiri batal menjadi saksi. Dia pulang mendadak dengan alasan keluarganya sakit. Meski memang, MUI menyampaikan surat protes.

Helmy Fauzy, Dubes RI untuk Mesir sebelumnya diduga ikut cawe-cawe atas kedatangan ulama tersebut, mengingat dia merupakan politikus PDIP yang juga tergabung dalam relawan Jokowi saat pilpres. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya