Berita

Hukum

IMM: Kasus Ahok Momentum Bagi Penegak Hukum Untuk Dipercaya Rakyat

SELASA, 15 NOVEMBER 2016 | 19:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penuntasan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di tangan aparat kepolisian menjadi barometer negara menjunjung tinggi hukum atau negara sebatas pelindung penguasa.
‎
Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Islam (IMM), Taufan Putra Revolusi Korompot dalam keterangan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (15/11).

"Kasus Ahok momentum penegakan hukum di Indonesia. Bukti apakah Indonesia Negara hukum, negara kekuasaan atau negaranya para pemilik modal," ujarnya.


Penuntasan kasus Ahok secara adil, sambung Taufan, menjadi acuan‎ bagi rakyat untuk percaya bahwa aparat penegak hukum mampu menuntaskan mega korupsi yang sering menjadi grand issue yang menyeret nama-nama besar di Republik Indonesia ini.

"Kasus Ahok harus selesai, kemudian beralih ke kasus-kasus yang lain, seperti BLBI dan reklamasi. Jika tidak, maka negara ini tidak pernah berdaulat. Hukum harus adil bagi semua," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kartika Nurrakhman mengaku khawatir aksi anarkisme akan sering muncul karena rendahnya kepercayaan publik pada aparat penegak hukum.

"Kepastian hukum terhadap Ahok harus memenuhi rasa keadilan masyarakat luas. Karena jika tidak, maka bisa saja masyarakat Indonesia tidak percaya lagi kepada hukum. Akhirnya anarki, yang ujung-ujungnya revolusi," pungkasnya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya