Berita

Politik

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Presiden Tindak Tegas Pelaku Teror Bom

SELASA, 15 NOVEMBER 2016 | 15:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah tokoh lintas agama yang menamakan diri sebagai Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan prihatin atas situasi bangsa yang selama dua pekan terakhir mendapat ancaman bom di berbagai daerah.

"Tentu saja kita prihatin dan cemas dengan semakin maraknya ancaman teror peledakan bom yang melukai perasaan aman dan nyaman warga negara kita. Kami juga sampaik rasa duka mendalam kepada para korban," ujar Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti saat konferensi pers bertajuk 'Melawan Teror Menjaga Keberagaman' di kantor Maarif Institute, Tebet Barat Dalam II, Jakarta Selatan, Selasa (15/11).

Koalisi Masyarakat Sipil juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif, aman, nyaman, dan damai. Selain itu, imbauan juga disampaikan kepada para tokoh agama dan politik agar memberikan pernyataan yang menyejukan dan menghindari adanya polemik SARA di masyarakat.


"Dan kepada presiden, wakil‎ presiden, dan Kepolisian agar dapat menjamin keamanan dan kedamaian dengan menindak tegas pelaku kekerasan, juga mencegah upaya-upaya pengacauan keamanan atas nama agama dan politik. Negara tidak boleh kalah dengan kelompok-kelompok itu," pungkas Ray.

Serangkaian bom terjadi di negeri ini dalam kurun kurang dari dua pekan, seperti pelemparan bom molotov di Samarinda (13/11), Singkawang (14/11), Surabaya (9/11), dan Batu, Malang (14/11). Sementara Bom di Samarinda telah menewaskan balita bernama Ananda Intan Olivia Marbun, yang masih berusia 2,5 tahun dan melukai tiga anak lainnya.

Koalisi Masyarakat Sipil sendiri terdiri dari Romo Benny Susetyo, Jeirry Sumampow, Ray Rangkuti, Usman Hamid, Fajar Riza Ul Haq, Yudi Latif, Abdullah Darraz, Ahmad Imam Mujadid Rais. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya