Berita

Dr. Harmonis/Net

Politik

Jokowi Takut Disebut Anti Ahok Jika Terima Pendemo 411

JUMAT, 11 NOVEMBER 2016 | 15:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Masih ada pertanyaan mendasar yang tertinggal dan belum terjawab terkait aksi damai besar-besaran pada 4 November lalu.

Yaitu, kenapa Presiden Jokowi tidak berada di Istana untuk menemui atau menerima perwakilan pendemo yang menuntut keadilan soal kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahja Purnama "Ahok".

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Harmonis mengatakan, Jokowi "menghindar" dari pendemo karena takut disebut anti Ahok.


"Mungkin ada bisikan. Kalau Jokowi terima pendemo, seolah-olah dia pro pendemo dan anti Ahok," ucap Harmonis, Jumat (11/11).

Atau mungkin, lanjut Harmonis, Jokowi takut ada pemaksaan dari pendemo untuk menangkap Ahok hari itu juga. "Bisa juga ada bisikan, yang demo adalah garis keras. Sehingga Jokowi takut ada pemaksaan," ujarnya.

Jokowi sendiri, sebut Sekjen katan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) ini, adalah tipe pemimpin yang halus tidak suka dipaksa-paksa.

Namun faktanya, masih kata Harmonis, demo yang diikuti ratusan ribu hingga jutaan orang itu secara umum berlangsung kondusif.

Soal siapa pembisik Jokowi, Harmonis mengaku tidak tahu. Yang jelas kata dia, pembisik itu masih dalam lingkaran Istana.

Namun di balik itu semua, tambah Harmonis, Ia mengaku aneh kenapa Jokowi tidak mau menemui pendemo atau menerima perwakilan pendemo.

"Inikan aneh, dia kan pemimpin yang suka blusukan. Tapi ketika masyarakat datang ramai-ramai, dia malah menghilang," tukasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya