Berita

Nusantara

Kowani Ajak Perempuan Indonesia Ikut Sukseskan Germas

JUMAT, 11 NOVEMBER 2016 | 07:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Selain sebagai organisasi federasi wanita terbesar di Indonesia, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) juga mendapat mandat sebagai "ibu bangsa" yang berperan dan bertanggung jawab mempersiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, militan, berakhlak mulia, kreatif, inovatif dan berwawasan kebangsaan yang mantap serta berdaya saing.

Demikian disampaikanKetua Umum Kowani, Dr. Giwo Rubianto Wiyogo saat membuka Lokakarya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kerja sama Promkes Kementerian kesehatan RI dengan Kowani, di Bali, Rabu (9/11).

Jelas Giwo, seorang ibu adalah guru dan pendidik yang pertama dan utama. Maka tepatlah jika Kowani merasa terpanggil untuk terlibat pada Germas, karena sebagai seorang ibu, secara otomatis mampu mempengaruhi dan menggerakkan seisi rumah tangganya untuk terlibat aktif dalam Germas.


"Maka sangat tepat jika 52 jutaan ibu-ibu melakukan kampanye dan gerakan secara massif dan konsisiten, maka dapat dipastikan Germas akan berhasil guna dan berdaya guna," sebut Giwo.

Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah sebuah kampanye budaya hidup sehat, berupa gerakan yang mengajak serta memotivasi agar masyarakat terlibat aktif, untuk selain memiliki kebiasaan dan perilaku hidup yang sehat diharapkan mampu mewujudkan budaya hidup sehat secara konsisten dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan di Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU 39/2009 tentang Kesehatan.

"Kowani sebagai organisasi Federasinya yang memiliki 52 jutaan anggota wanita/Ibu-ibu, diharapkan mampu menjadi kekuatan inti dari langkah yang mengedepankan upaya preventif dan promotif kepada masyarakat untuk membiasakan, berperilaku dan berbudaya sehat. Dengan upaya preventif dan promotif ini, Kowani berharap bahwa setiap ibu-ibu mampu mengajak anak-anak, suami bahkan seluruh keluarganya untuk memiliki kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga dan masyarakat agar dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan," ujar Giwo.

Menurutnya, dengan Germas yang serentak mulai dari pusat sampai ke seluruh pelosok nusantara yang dikumandangkan serentak oleh seluruh media baik cetak maupun elektronik, pastilah akan memberikan dampak multiplier yang siknifikan. Mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, sekolah-sekolah mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi, instansi pemerintah, swasta, dan semua warga negara.

Dengan gerakan yang berkomitmen dan konsisten diharapkan dalam waktu yang relatif singkat segera akan menyentuh sampai keseluruh pelosok tanah air. Germas ingin mengajak dan memotivasi kepada kita semua untuk peningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap kita demi terwujudnya kehidupan yang sehat sebagai modal utama bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif dan kompetitif.

Data penting yang harus diungkapkan ke publik mengapa Germas ini penting adalah bahwa, hasil riset Kesehatan Dasar tahun 2013, mengungkapkan sebanyak 26,1 persen jumlah penduduk Indonesia kurang aktifitas fisik dan sebanyak 93,5 persen penduduk di atas usia 10 tahun kurang konsumsi buah dan sayur.

Atas dasar pemikiran tersebut, kata Giwo, Kowani mengajak semua perempuan Indonesia untuk turut serta berperan aktif mensukseskan Germas dengan tiga indikator yakni, meningkatkan aktifitas fisik setiap hari, konsumsi buah dan sayur dan periksa kesehatan secara berkala. "Tanpa harus menunggu sakit dulu. Artinya lebih baik mencegah daripada mengobati," tambahnya.

Mengingat pentingnya Germas ini, maka tidak boleh ditunda-tunda lagi dengan alasan apapun, harus dimulai sekarang. Jadi dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapumn maka Germas harus terus dikampanyekan, dibicarakan, didiskusikan dan diaplikasikan, secara bertahap, berlanjut, berkesinambungan dan konsisten.

Dalam mensukseskan Germas tahun 2016, Kowani bersama perempuan Indonesia akan menggalang kampanye secara masif kepada masyarakat. melalui forum komunikasi wartawan yang sudah dilakukan sebanyak emnpat kali pada bulan Oktober yang lalu sehingga media dapat menyampaikan pesan Germas kepada masyarakat secara cepat, tepat dan lebih luas.

Selanjutnya hasil rekomendasi dan policy paper Lokakarya ini akan dibahas dalam Forum Konsultasi Publik yakni forum yang memfasilitasi koordinasi antara Kowani dengan pengambil kebijakan dan elemen masyarakat. Kowani juga telah menadatangani komitmen bersama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.

"Pada jangka menengah, kita mengharapkan Germas ini dapat mencapai empat target. Pertama, dapat menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan. Kedua, Germas diharapkan dapat menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk. Ketiga, Germas dapat menurunkan beban pembiyaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit. Keempat, Germas dapat menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk untuk pengeluaran kesehatan, khusunya obat-obatan," demikian Giwo. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya