Berita

Nusantara

Keterampilan Teknisi Pengelasan Di Indonesia Perlu Ditingkatkan

KAMIS, 10 NOVEMBER 2016 | 15:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kemampuan para teknisi pengelasan alias welding di Indonesia harus ditingkatkan lagi melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi. Hal itu disadari karena kualitas pengelasan yang lebih baik berdampak pada peningkatan keselamatan kerja di berbagai jenis industri.

Demikian dikatakan Ketua Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) Yudia Bakti pada acara penyerahan hadiah The 1st Iwatani-API WS Welding Contest in Indonesia 2016, di Jakarta, Rabu kemarin (9/11).

Menurut Yudia seperti dalam keterangan resminya, pemahaman tentang cara dan teknik pengelasan yang baik para teknisi pengelasan di Indonesia masih kurang memadai. Hal ini bisa dilihat dari kemampuan para peserta lomba pengelasan Iwatani pertama tahun 2016 yang rata-rata masih belum memuaskan.


Yudia yang juga menjadi ketua tim juri lomba ini menyebutkan, 90 persen peserta lomba tersebut memiliki persoalan yang sama yakni pengetahuan tentang pengelasan yang belum memadai. Hal ini membuat hasil akhir pengelasan yang dilakukan kurang bagus atau kurang sempurna.

Kendati demikian, ia sangat mengapresiasi lomba yang digagas oleh Iwatani Corporation dan PT Iwatani Industrial Gas Indonesia (IIGI) tersebut, karena lewat lomba ini para teknisi pengelasan di Indonesia bisa meningkatkan kemampuan mereka.

Presiden Direktur PT Iwatani Industrial Gas Indonesia (IIGI) Hidekazu Sobue mengatakan, lewat ajang lomba ini perusahaannya ingin mendorong para teknisi perusahaan khususnya para teknisi pengelasan di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan pengelasan mereka sehingga dapat membantu perusahaan tempat mereka bekerja dalam meningkatkan produktivitasnya.

Ia mengharapkan ke depan kemampuan para teknisi pengelasan di Indonesia kian meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan dan industri pada umumnya.

"Peran teknisi pengelasan dibutuhkan oleh banyak industri karena itu, kami ingin mendorong agar teknisi pengelasan mendapat pelatihan yang lebih baik. Salah satunya kami mendorong melalui kegiatan lomba pengelasan agar kita memberi perhatian terhadap peningkatan kemampuan teknisi pengelasan ini," ujarnya.

Dalam lomba pengelasan Iwatani yang pertama ini keluar sebagai juara pertama kategori industri yakni Samsul Arif. Juara kedua diraih oleh Wiwin Indra Purnama, dan juara ketiga direbut oleh Aat Puji Lestari. Untuk juara pertama mendapatkan hadiah uang tunai Rp 15 juta dan piala, juara kedua meraih hadiah uang tunai Rp 10 juta dan piala, serta juara ketiga mendapat uang tunai Rp 7 juta dan piala. Selain itu, mereka juga mendapatkan hadiah tambahan berkunjung ke kantor pusat Iwatani di Jepang.

Sedangkan, untuk kategori eksibisi yang diikuti para pelajar SMK, juara pertama diraih oleh Rickky Setyawan dari SMKN 4 Jakarta, juara kedua diraih oleh Alwi Dardi dari SMKN Cilegon, dan juara ketiga diraih oleh Achmad Damiri dari SMKN 1 Karawang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yusid Toyib meminta seluruh BUMN untuk hanya menerima pekerja konstruksi bersertifikat.

"Saya mengimbau direksi atau direktur utama BUMN saat menerima pekerja harus dicek dulu sertifikatnya," ujar Yusid kemarin saat Lomba dan Sarasehan Pekerja Konstruksi dan Peralatan Material, Jakarta.

Yusid mengatakan, kalau ada pekerja yang tidak memiliki sertifikat, maka BUMN wajib membiayai proses sertifikasi pekerja tersebut. Menurut dia, hal tersebut sudah disanggupi oleh BUMN dan akan diterapkan mulai 2017. "Kita kasih contoh ke swasta bahwa BUMN pekerjanya sudah 100 persen bersertifikasi," tambahnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya