Berita

Politik

PKB Akan Gelar Silatnas Untuk Keselamatan Bangsa

KAMIS, 10 NOVEMBER 2016 | 12:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Silaturahim Nasional (Silatnas) Ulama Rakyat dengan mengkat tema "Doa untuk Keselamatan Bangsa". Silatnas Ulama Rakyat yang diikuti 10 ribu peserta akan dilaksanakan pada hari Sabtu (12/11).

Ketua Steering Committee (SC) Syaifullah Maksum mengatakan Silatnas Ulama Rakyat tersebut akan diikuti perwakilan ulama dari seluruh Indonesia.

"PKB sengaja mengumpulkan ulama dari seluruh Indonesia untuk bersama-sama berdoa guna keselamatan bangsa Indonesia. Kita juga meminta partisipasi ulama untuk turut membantu mendinginkan suasana di Tanah Air agar lebih kondusif," ucap Syaifullah di Jakarta, Kamis (10/11).


Menurutnya, keikhlasan ulama mendoakan bangsa Indonesia keluar dari persoalan-persoalan yang melanda situasi nasional diharapkan berdampak positif bagi kesejukan konstelasi politik di Indonesia.

"Ulama masih memiliki peran dominan dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat. Beruntung, masyarakat Indonesia yang tinggal di desa-desa dan sebagian di perkotaan karena masih mendengar nasihat-nasihat yang disampaikan para ulama," imbuh Syaifullah.
.
Syaifullah menjelaskan Silatnas Ulama Rakyat ini adalah manifestasi tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Apalagi, di tengah-tengah kondisi bangsa Indonesia yang sedang memanas dengan isu-isu politik di Jakarta.

"Kami dan para ulama rakyat bersama-sama bermujahadah dan berdoa untuk keselamatan bangsa dengan mengharapkan ridho Allah SWT. Kami sangat yakin Allah SWT akan menolong bangsa Indonesia keluar dari berbagai persoalan yang sedang mendera bangsa Indonesia," katanya.

Selain berikhtiar untuk mewujudkan situasi yang damai dan kondusif, lanjut Syaifullah, masyarakat dan bangsa Indonesia harus bersama-sama melaksanakan doa bersama. "InsyaAllah dengan doa para ulama yang hadir dalam silatnas tersebut bangsa ini secara bertahap keluar dari permasalahan pelik yang teru menerus menghantam, dan pemerintah dapat kembali fokus bekerja menciptakan kemakmuran bangsa," ujarnya.

Berbagai persoalan pelik, tambah Syaifullah, bukan hanya terjadi di  Jakarta  tetapi masih banyak persoalan pelik lainnya mencuat dari luar Jakarta seperti narkoba dan bencana alam.

"Masih banyak persoalan pelik lainnya seperti narkoba, kekerasan orangtua terhadap anak, kekerasan rumah tangga, TKI ilegal, pungli, korupsi dan lainnya. Itu semua harus segera dapat diatasi agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari," ujarnya, sambil menambahkan, PKB meyakini para ulama akan selalu berada di garis terdepan membela Islam, namun tidak dengan cara-cara kekerasan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya