Berita

Oesman Sapta/Humas MPR

Oso: Narkoba Merusak Pesatuan Dan Persatuan NKRI

KAMIS, 10 NOVEMBER 2016 | 08:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak pernah mempersoalkan perbedaan suku bangsa, bahasa, agama maupun asal-usul. Karena semua keberagaman yang ada di Indonesia, diakui dan diakomodir, sama besarnya. Mereka juga memiliki hak dan kewajiban yang sama, dalam wadah NKRI.

Tetapi, ada saja pihak yang tidak suka terhadap kesatuan dan persatuan NKRI. Mereka ini berusaha untuk menghancurkan dan memecah belah bangsa Indonesia dengan menggunakan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menggunakan narkoba.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta (Oso) saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR dihadapan masyarakat Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, di Aula Kabupaten Landak, Rabu (9/11). Ikut hadir memberikan materi sosialisasi Pimpinan Fraksi PPP MPR Irgan Chairul Mahfiz.


Narkoba menurut Oso digunakan oleh pihak yang tidak suka melihat bangsa Indonesia bersatu, karena barang haram ini mudah diselundupkan dalam kehidupan generasi muda. Akibatnya banyak generasi muda yang lupa terhadap bangsa dan negaranya, juga lupa terhadap kewajibannya.

"Di manapun tempat, saya bertemu orangtua korban narkoba, saya merasakan getaran hati mereka. Mereka selalu ingin menyembunyikan anak-anaknya yang korban narkoba. Orangtua yang anaknya terkena narkoba. Itulah sebagian yang bisa dilihat dari bahayanya narkoba," kata Oso menambahkan.

Empat Pilar menurut Oso memiliki kaitan yang sangat erat dengan narkoba. Karena Empat Pilar berusaha memperbaiki gangguan moral, yang biasa dialami para pecandu narkoba. Karena itu sangat tepat jika para pemuda terus mendapatkan sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) agar mereka semakin dekat dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Sedangkan Irgan Chairul Mahfiz antara lain mengatakan, Indonesia merupakan negara yang sangat beragam. Karena itu keberagaman di Indonesia harus dikelola dan dibina secara baik melalui Empat Pilar. Kalau tidak, Indonesia akan sangat mungkin untuk mengalami perpecahan.

"Di Arab, bahasa dan bangsanya sama, wilayahnya juga tidak luas, tapi mereka selalu terlibat perang. Apalagi Indonesia yang luas dan beragam, kalau tidak dikelola bisa saja Indonesia akan terpecah," kata Irgan mengingatkan.

Empat Pilar, menurut Irgan terbukti mampu mengelola dan mencegah Indonesia dari perpecahan. Karena perbedaan di Indonesia selalu dibalut dengan persatuan. Indonesia tetap bersatu, meski terdiri dari berbagai perbedaan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya