Berita

Foto/Humas UI

Nusantara

Pendidikan Vokasi Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai

RABU, 09 NOVEMBER 2016 | 09:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggagas sebuah pertemuan ilmiah bagi Pendidikan Tinggi Vokasi untuk meningkatkan dan menggali potensi riset terapan.

Kegiatan bertajuk "The 1st International Conference of Vocational Higher Education (ICVHE)" ini digelar di Auditorium Vokasi UI kampus Depok, Selasa (8/11). Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI Prof. Dr. rer. nat Rosari Saleh yang didampingi oleh Direktur Program Vokasi UI Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA membuka forum ilmiah yang diikuti oleh 92 pemakalah riset terapan dari dalam dan luar negeri.

Sebagai keynote speaker dalam ICVHE, Dekan Humanities & Applied Science, National Yunlin University of Science Technology - Mingchang Wu, memaparkan keunggulan program pendidikan vokasi di Taiwan ada pada: program dan sistem yang komprehensif; program yang adaptif dan memiliki banyak pilihan; kerja sama antara industri dan akademik; output/keluaran yang terukur dan langsung dapat diaplikasikan serta memiliki banyak penghargaan di luar negeri.


Menurutnya, terdapat tiga kunci pembangunan pendidikan vokasi di Taiwan, yaitu dukungan pemerintah, sistem edukasi yang terstandar dan sesuai dengan kebutuhan industri, serta jurusan yang lebih menekankan kepada iptek dan teknologi.

"Sistem edukasi kami, siswa sudah diajak untuk berpikir tentang rencana hidup mereka di tingkat SMP, sehingga tingkat pendaftaran sekolah vokasi di Taiwan cukup tinggi, karena anak-anak muda paham minat dan tujuan hidup mereka. Pemerintah juga memberikan dukungan dalam bentuk pendanaan, evaluasi kurikulum setiap empat tahun sekali, pengembangan inkubasi bisnis, pusat-pusat vokasi regional, serta para pengajar yang mumpuni," ujar Wu.

Senada dengan Wu, Direktur Program Vokasi UI Prof. Sigit menyampaikan, pendidikan vokasi sangat penting untuk terus dikembangkan karena mampu menjawab langsung persoalan bangsa akan kebutuhan tenaga kerja siap pakai yang berkualitas.

"Diharapkan kegiatan ilmiah ini dapat menjadi salah satu upaya revitalisasi dan penguatan mutu pendidikan vokasi di seluruh Indonesia guna menunjang program pemerintah dan peningkatan efisiensi dunia usaha dan/atau dunia industri," ungkat Sigit dalam rilis Humas UI, Rabu (9/11).

Konferensi internasional yang bertema "Innovation on Vocational Higher Education" ini mempresentasikan 92 makalah ilmiah yang sebelumnya telah melalui mekanisme seleksi abstrak dari 148 abtsrak makalah yang masuk. Makalah ilmiah peserta terbagi dalam delapan bidang cakupan, yaitu travel & tourism, general paper, multidisciplinary studies, engineering & technology studies, communication & media studies, social science & humanities, health & medicine studies, dan business, management, & accounting.

Program Pendidikan Vokasi UI merupakan pendidikan tinggi kejuruan diploma (D3 dan D4) dimana lulusannya diarahkan untuk menguasai kemampuan dalam bidang kerja tertentu sebagai tenaga kerja di industri, lembaga pemerintahan/swasta atau berwiraswasta.

Program Pendidikan ini bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi tenaga profesional pada bidang keahliannya. Terdapat tiga bidang/rumpun keahlian yaitu rumpun kesehatan; rumpun pariwisata, bisnis dan perkantoran; rumpun sain dan teknologi. Saat ini terdapat 11 program studi, dan terus dikembangkan program studi lain untuk mengisi kebutuhan keterampilan-keterampilan khusus di industri dan pemerintahan. Program studi baru hanya dikembangkan untuk mengisi tenaga terampil pada bidang-bidang tertentu maupun lintas bidang studi sehingga lulusannya akan memiliki jalur karier yang spesifik dan hanya dapat diisi oleh para lulusan program vokasi. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya