Berita

S. Indro Tjahyono/Net

Politik

Kekuatan Rakyat Adalah Aset Bangsa Yang Harus Dipertahankan

SELASA, 08 NOVEMBER 2016 | 08:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aksi demo 4 November 2016 adalah satu keniscayaan sosial baik dilihat dari jumlah dan beragam pesertanya. Sikap tanggap dan cermat dari pemeluk agama terhadap dugaan penistaan agama patut dihargai. Karena penistaan agama bisa menimpa agama apa saja, bukan hanya agama Islam. Hal ini diperkuat oleh Mejelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah mengeluarkan fatwa terkait hal tersebut.

Demikian disampaikan Koordinator Gerakan Mahasiswa 77-78 (Gema 77/78) S. Indro Tjahyono dalam keterangan resminya, Selasa (8/11).

Namun sangat disesalkan bahwa Polri yang telah menerima pengaduan tentang dugaan penistaan agama tidak responsif. Hal ini seolah mengesankan bahwa kedudukan warganegara tidak sama di hadapan hukum. Polri justru mengkaitkan proses hukum terhadap pengaduan kasus ini dengan Pilkada Jakarta 2017, karena menginginkan pemrosesannya dilakukan setelah Pilkada berlangsung.


Menurut Indro, dengan latarbelakang inilah terjadi mobilisasi besar-besaran umat Islam yang dalam ini menamakan diri Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-MUI.

"Tentu ada banyak organisasi dan individu yang ikut serta, ada yang menonjol dan ada yang tidak. Tentu pula masing-masing bisa menggalang sumberdaya. Tetapi profil masing-masing peserta dan bagaimana mereka mengurus logistik tidak serta merta bisa menjustifikasi gerakan massal yang didasari oleh kepedulian agama," ujarnya.

Gerakan dengan skala besar ini, lanjut Indro, tidak mungkin mampu mengontrol semua isu-isu lain yang terbawa dan tercipta selama demo berlangsung, walau rambu-rambu pada tahap persiapan sudah ditetapkan. Kalau pun ada isu lain yang menyertainya itu semata-mata akibat adanya budaya diam yang tidak lagi terbendung akibat anomali-anomali kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Jelas Indro, ada beberapa hal yang tidak masuk akal yang terjadi di layar publik. Misalnya, apa yang menurut akal sehat pemerintah tidak lakukan justru dilakukan oleh pemerintah. Demikian apa-apa yang dianggap masyarakat baik dan bijaksana, malah pemerintah melakukan sebaliknya. Demikian pula pemerintah bisa mempertahankan seseorang yang di mata awam tidak kredibel, sebaliknya orang-orang yang kapabel dan berdedikasi justru dibiarkan terus berdiri di pinggir dan disingkirkan.

"Bersikap terhadap anomali-anomali kebijakan dengan berperanserta dalam demo 4 November 2016 bukanlah kesalahan apalagi demo tersebut relatif terkendali dan berjalan dengan tertib walau tidak kurang 1.5 juta orang ikut serta. Walaupun sebenarnya kesabaran rakyat sudah tidak tertahankan. Rakyat sudah demam melihat akrobat kebijakan yang dipertontonkan di depan umum seolah berkata 'kalo mau gua begini, lu mau ape?'," imbuhnya.

Indro menambahkan, bagaimana pun kita harus bersyukur bahwa modal sosial bangsa ini masih tetap terjaga. Kekuatan rakyat yang solid merupakan aset bangsa yang harus dipertahankan, karena dialah yang menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia sejak tahun 1966, 1974, 1977/1978, dan 1998.

"Walau dalam demo juga terjadi insiden yang dianggap melanggar hukum, namun masih wajar karena kemungkinan aksi destruktif yang lebih besar bisa dihindari," tukasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya