Berita

Waras Wasisto/Net

Nusantara

Warga Pekayon Dizalimi, 3 Fraksi Dorong Pansus

MINGGU, 06 NOVEMBER 2016 | 06:42 WIB | LAPORAN:

Tiga fraksi DPRD Kota Bekasi yakni PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi, Gerindra dan PPP mengunjungi warga korban penggusuran di Pekayon-Jatiasih, Kota Bekasi, kemarin (Sabtu, 5/11).

Ketiga fraksi itu sepakat menginisiasi pembentukan panitia khusus (Pansus) penggusuran di Pekayon karena dinilai sudah melanggar aturan yang dampaknya membuat ratusan keluarga sengsara.

"Kami sudah sepakat membentuk pansus untuk menyelidiki tujuan Pemkot Bekasi melakukan penggusuran di lahan milik PUPR yang tentunya bukan lahan Pemkot Bekasi. Ada pelanggaran pidana disitu. Apalagi tidak ada sosialisasi sebelumnya," tegas Ketua F-PDIP yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Anim Imamudin.


Sementara anggota Fraksi PPP, Solihin yang turut dalam kunjungan ini menegaskan Pemkot Bekasi sudah menzolimi warganya yang seharusnya diayomi.

"Itu kan bukan tanah milik Pemkot, tapi milik PUPR. Sementara banyak lahan fasos-fasum yang dicaplok pengembang dibiarkan begitu saja. Coba lihat, hampir tiap tahun ada dalam laporan hasil audit BPK. Ini ada apa? Sehingga kami menduga ada kepentingan pengembang disana," ujar Solihin.

Hal sama juga dikatakan Ibnu Tanjung selaku ketua DPC Gerindra. Dikatakannya, apa yang dilakukan Pemkot sudah pelanggaran pidana.

"Pengrusakan rumah warga dan penyerobotan lahan milik PUPR adalah pidana. Apalagi sudah ada surat dari PJT II bahwa tidak pernah menyerahkan tanah itu ke pemkot Bekasi. Dan sudah kami instruksikan kepada semua anggota fraksi Gerindra agar mendukung Pansus," tegasnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar Waras Wasisto juga sudah mengingatkan kepada Fraksi PDIP Kota Bekasi untuk tidak main-main dalam kasus tersebut.

"12 anggota fraksi harus memperjuangkan rakyat. Itu sudah menjadi perintah DPP PDI-P, yakni melalui bang Sukur Nababan, Ketua DPP PDI-P. Jika ada yang main-main akan dipecat," tegas Waras.[wid]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya