Berita

Foto/Humas MPR

MPR Gelar Sosialisasi Empat Pilar Di Bumi Miniatur Indonesia

SABTU, 05 NOVEMBER 2016 | 15:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kutacane adalah ibukota Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Kutacane dapat dijangkau dari Kota Medan, dengan jarak tempuh 7 sampai 8 jam menggunakan kenderaan roda empat. Tapi, kalau bertolak dari Banda Aceh, ibukota Provinsi Aceh, menuju Kutacane butuh waktu hampir 24 jam.

Kabupaten Aceh Tenggara terletak di sebuah lembah, diapit oleh dua gunung, yaitu Gunung Leuser dan Bukit Barisan. Bertetangga dekat dengan Kabupaten Karo, Provinsi Sumut. Maka tidak heran kalau penduduk Kabupaten Aceh Tenggara ini banyak terdapat etnis Batak. Mereka hidup berdampingan dengan etnik Alas (suku bangsa asli Aceh Tenggara), dan hidup rukun dengan etnik-etnik lainnya.

Indra Wahyudi dari Badan Pelaksana Jaringan Masyarakat Adat Aceh Tenggara menjelaskan, di Aceh Tenggara terdapat 11 etnik, yang terbesar adalah etnik Alas dengan populasi 50-60 persen. Lalu, disusul Gayo 18 persen, Batak 20 persen, dan sisanya gabungan etnik Singkil, Karo, Aceh Pesisir, Minang dan lainnya.


Meski di wilayah bekas kerajaan Alas ini hidup beragam etnik dan juga berbagai agama, namun belum pernah terjadi kasus SARA, seperti terjadi di daerah lainnya. Di daerah yang sangat menghargai keberagamaan dan perbedaan inilah pada Jumat malam (4/11), MPR bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode seni budaya.

Pagelaran seni budaya di Lapangan Jenderal Ahmad Yani Taman Kota Kutacane ini menampil seni budaya dari berbagai etnik. Rades Rahadian, selaku ketua panitia pelaksana pagelaran seni budaya ini, dalam laporannya menyatakan pagelaran ini merupakan salah satu metode sosialisasi Empat Pilar, selain bertujuan melestarikan seni budaya tradisional.

Karena pertunjukan di Kutacane ini menampilkan berbagai seni tradisional yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara, maka  pertunjukan ini dinamakan Pagelaran Seni Etnik Aceh Tenggara. Sejumlah seni etnik dipagelarkan, antara lain: Tangis Dilo/ Lagam Etnik Alas, Tari Dampeng Etnik Singkil, Tor Tor Etnik Batak, dan Saman Saraingi Etnik Gayo. Juga pertunjukan musik Rangkaian Bunga Kopi dari Jakarta.

Pagelaran ini dibuka oleh Anggota MPR Fraksi PAN, H. Muslim Ayub, mewakili pimpinan MPR. Tampak hadir dalam acara tersebut H. Irmawan (Anggota Fraksi PKB MPR), HM. Nasir Jamil, S.Ag (Fraksi PKS MPR), Bupati Aceh Tenggara H. Hasanuddin Beruh beserta Forkompimda dan SKPD Kabupaten Aceh Tenggara, serta masyarakat Kutacane tampak antusias menyaksikan pertunjukan ini.

Muslim Ayub dalam sambutannya menyatakan, pemanfaatan seni budaya sebagai media sosialisasi dikarenakan kesenian merupakan salah satu sarana efektif untuk digunakan. Karena, seni budaya telah menjadi bagian penting dalam kehidupan keseharian masyarakat, baik masyarakat di perkotaan maupun masyarakat pedesaan.

Selain itu, menurut Muslim Ayub, seni budaya tradisional memiliki basis penggemar atau peminat yang fanatik dalam jumlah besar, sehingga diharapkan pesan-pesan sosialisasi dapat tersempaikan.

Sementara Hasanuddin Beruh dalam sambutannya menjelaskan, di Aceh Tenggara terdapat 11 etnik, karenanya Aceh Tenggara dijuluki miniatur Indonesia. Meski berbeda etnik dan berbeda agama, menurut Hasanuddin, selama 10 tahun dia menjabat Bupati Aceh Tenggara tidak pernah sepercik pun terjadi gesekan antaretnik.

Meskipun selama ini etnik-entik di Aceh Tenggara dapat hidup berdampingan dengan baik, namun sosialisasi Empat Pilar MPR memang perlu sebagai bekal untuk terwujudnya nilai-nilai Empat Pilar itu dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, Hasanuddin berharap, nilai-nilai Empat Pilar ini bisa diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya