Berita

Khofifah Indar Parawansa/Net

Nusantara

Menteri Khofifah Dorong Anak Yatim Bisa Mandiri

SABTU, 05 NOVEMBER 2016 | 15:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, perlindungan bagi kelompok rentan perlu diberikan akses dan dipersiapkan mekanisme pendampingan agar mereka bisa dientaskan serta segera mandiri.

"Kelompok rentan perlu diberikan perlindungan, akses serta mekanisme pendampingan agar bisa dientaskan dan segera mandiri," ujar Khofifah pada acara olimpiade genius di Pusat Pendidikan dan Latihan Kemensos, Jakarta, Sabtu (5/11).

Salah satu kelompok rentan, kata Khofifah, adalah anak yatim keluarga tidak mampu, yang hari ini mendaptkan ruang dari Yatim Mandiri hingga masuk tahapan olimpiade matematika atau dikenal sebagai olimpiade jenius.


"Melalui program Yatim Mandiri tersebut, diharapkan bisa menjaring, menyaring, menjadikan anak-anak mencapai prestasi cemerlang, serta demi menyongsong masa depan mereka," harapnya.

Saat ini, berbagai negara di dunia berlomba menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam empat bidang, yang dikenal dengan istilah science, technology, engineering dan math alias STEM.

"Perlu dipahamai bahwa STEM ini, yang sedang dilakukan berbagai negara di dunia dengan berlomba meningkatkan kualitas SDM unggul agar mampu berdaya saing di kancah persaingan global saat ini," ujar Khofifah.

Tentu saja, ada harapan besar agar pada tahun berikutnya, bisa semakin banyak kategori yang bisa diikuti pada olimpiade jenius tersebut. Artinya, keempat kategori bisa diikuti dengan baik oleh anak-anak yatim.

"Memang ada harapan besar, agar pada tahun berikutnya bisa lebih banyak anak-anak yatim bisa mengikuti keempat kategori dari STEM tersebut," harapnya.

Pada praktiknya, Kemensos tidak bisa bekerja sendirian, melainkan membutuhkan sinergitas dengan public private partnership untuk meningkatkan kualitas SDM unggul dari kelompok rentan.

"Saya optimis, dengan dibangun mentalnya, diberikan ruang akses, serta disiapkan bekal intelektual, maka SDM dari kelompok rentan bisa menjadi kelompok berpengharapan, bisa mandiri, membangun daya saing, serta bisa melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih baik," tegas Khofifah.

Namun, dari 6 ribu panti dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) baru sampai pada tahap layanan pendidikan SMA dan belum ke jenjang perguruan tinggi.

"Masih belum siap mandiri, sebab tidak semua panti dan LKSA memiliki layanan dan fasilitas vocational training yang memadai untuk menyiapakn kualitas SDM unggul agar mereka mampu berdaya saing," tutup Khofifah. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya