Berita

Sudarto/RMOL

Politik

PPP Djan: Mestinya Percayakan Saja Kasus Ahok Ke Polisi

KAMIS, 03 NOVEMBER 2016 | 07:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Demonstrasi merupakan hak setiap warga negara dalam menyampaikan aspirasi. Tetapi setiap pelaksanaan aksi harus tetap mengikuti prosedur yang ada.

Begitu imbauan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz sebagai satu-satunya partai berbasis Islam yang mendukung pasangan petahana Ahok-Djarot dalam menanggapi aksi 4 November besok.

"Harapan kami aksi berjalan damai, tidak anarkis, dan tidak memaksakan kehendak," ujar Wasekjen DPP PPP Sudarto saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/11).


Namun begitu, Sudarto berpendapat bahwa aksi 4 November sebenarnya sudah tidak perlu dilakukan karena Ahok sudah menyampaikan permintaan maafnya. Artinya, sambung Sudarto, masyarakat tinggal menunggu proses hukum yang sedang berjalan yang akan menentukan status hukum mantan bupati Belitung Timur tersebut.

"Jadi seharusnya kita percaya dan kita serahkan saja kepada penegak hukum untuk memprosesnya sampai tuntas, karena negara kita negara hukum," lanjut ketua umum Angkatan Muda Kabah itu.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar masalah ini tidak dibesar-besarkan, sehingga tidak menyulut api perpecahan yang berlatar isu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Kita perlu mengedepankan persatuan untuk kepentingan bangsa dan negara. Semestinya Polri yang perlu dikawal untuk lebih cepat menuntaskan kasus Ahok, bukan dengan cara demo besar-besaran yang justru bisa menimbulkan kegaduhan dan berpontensi memecah belah umat," pungkasnya.[wid]


Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya