Berita

Net

Hukum

Aksi 4 November Ditunggangi Kepentingan Umat

RABU, 02 NOVEMBER 2016 | 16:48 WIB | LAPORAN:

Unjuk rasa besar yang akan digelar pada 4 November sebagai protes atas penistaan agama oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) rencananya tidak hanya akan dihadiri oleh ulama dan ratusan ribu orang, tetapi juga akan dihadiri tokoh nasional lintas agama dan etnis. Menandakan aksi tersebut murni sebagai dukungan rakyat kepada negara agar tidak ragu menegakkan hukum, tidak sama sekali berhubungan dengan Sara, pilkada, apalagi berniat memecah persatuan bangsa.

Wakil Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengakui bahwa saat ini banyak upaya penggembosan dan isu-isu yang menyesatkan dengan tujuan melemahkan aksi 4 November, mulai dari isu ditunggangi dan dibiayai kepentingan politik tertentu, berlandasan sentimen Sara, dan bertujuan memecah belah persatuan bangsa, hingga diyakini akan berlangsung ricuh. Semua isu menyesatkan diyakini tidak akan mendegradasi semangat peserta aksi yang memang hendak mendukung negara dalam menindak tegas pelaku penistaan agama.

"Satu-satunya yang menunggangi aksi demonstasi ini adalah kepentingan umat dan bangsa agar kemarahan dan kekecewaan rakyat bisa tersalurkan dengan cara beradab dan dijamin oleh konstitusi. Aksi ini bertujuan memberi peringatan kepada rakyat, khususnya umat muslim bahwa kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan saudara Basuki tidak boleh disikapi dengan tindakan anarkis karena kami masih percaya dengan penegakan hukum di negeri ini," ujarnya kepada redaksi di Jakarta, Selasa (2/11).


Menurut Fahira, dalam negara demokrasi, demonstrasi damai adalah salah satu mekanisme penyampaian aspirasi yang dianjurkan dan dijamin konstitusi, cara inilah yang sedang ditempuh rakyat pada 4 November nanti. Aksi yang digelar ingin memberi pesan kepada penguasa bahwa rakyat masih percaya hukum adalah cara yang paling adil dalam menyelesaikan dugaan penistaan agama.

Reaksi yang dipertunjukkan umat Islam dalam menanggapi kasus dugaan penistaan agama ini dengan menggelar aksi damai menunjukkan kepercayaan yang tinggi bahwa Indonesia adalah negara hukum. Sehingga apapun yang dilakukan setiap warga negara, hukumlah yang menentukan salah atau tidak. Kapan pun ada dugaan pelanggaran hukum harus segera diproses walau besok langit akan runtuh dan memang kasus ini bisa berdampak besar jika tidak segera diproses dengan adil. Oleh karena itu, sangat aneh jika ada pihak-pihak yang mengaku menjunjung demokrasi tetapi malah mempunyai pandangan sinis terhadap aksi demonstrasi itu.

"Aksi di depan Istana Negara sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden bahwa kami percaya negara akan menjadikan kebenaran dan keadilan sebagai satu-satunya ukuran dalam mengusut kasus ini, bukan lobi-lobi politik. Kami percaya, kedekatan saudara Basuki dengan penguasa tidak akan mempengaruhi proses hukum. Ini yang ingin kami sampaikan ke Presiden," jelasnya.

Fahira juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan Aksi 4 November nanti karena aspirasi yang mau disampaikan murni soal penegakan hukum dan disampaikan sesuai koridor. Apresiasi juga diberikan kepada Polri yang intensif berkoordinasi dengan kelompok masyarakat yang akan melakukan unjuk rasa.

"Sekali lagi, demonstrasi adalah hak warga negara yang dijamin dalam konstitusi dan bagian dari demokrasi. Para ulama, tokoh nasional, dan perserta aksi ini serta tentunya aparat keamanan. Insya Allah dengan sekuat tenaga akan menjaga demonstrasi ini berjalan tertib, terhormat, dan bermartabat," pungkas Fahira yang memastikan bakal turut serta dalam unjuk rasa 4 November. [wah]  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya