Berita

Net

Politik

Tokoh NU: Hati-hati Isu Sara Mulai Mengancam Kebhinnekaan

SELASA, 01 NOVEMBER 2016 | 17:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Isu berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (Sara) yang berkembang menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 sangat mengkhawatirkan bagi kebhinnekaan yang selama ini menjadi faktor perekat dan fondasi kebangsaan.‎ Untuk itu, diharapkan aksi 4 November mendatang tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan sehingga tidak berujung kerusuhan.

Hal itu dikatakan tokoh kultural Nahdlatul Ulama (NU) As'ad Ali Said menanggapi tuntutan umat muslim atas penyelesaian kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (1/11).

"Sepanjang masih berada jalur kebhinnekaan tentu saja tidak menjadi masalah. Tetapi persoalannya yang terjadi pada saat ini sudah mengarah ke jalur mengkhawatirkan dan berpotensi menjadi awal perpecahan," jelasnya.


Menurut As'ad, ramainya aksi demo menolak penodaan agama akan berubah menjadi faktor pemicu atau trigger yang mempercepat penyebaran isu Sara. Apalagi, isu itu digulirkan bersama dengan gelaran Pilkada DKI yang mendapat banyak sorotan berbagai pihak.

"Sebelum ada polemik Surat Al-Maidah 51 sudah ada anti Ahok. Dan triggernya Ahok salah ngomong dan ditafsirkan menjadi penodaan agama," urainya.

Lebih lanjut, As'ad mengapresiasi langkah Ahok yang meminta maaf terkait ucapannya yang dinilai menyinggung salah satu kelompok atau golongan.

"Bukan saya dukung Ahok ya. Tapi yang tolak Ahok cagub harus mencari kelemahan Ahok selama memimpin Jakarta, bukan kesukuannya atau agamanya," paparnya.

As'ad pun mengimbau agar proses Pilkada DKI lebih mengedepankan kepada program kerja para calon ketimbang isu lain yang tidak berhubungan dengan urgensi masyarakat Jakarta. ‎

"Karena Pilkada Jakarta adalah starting point dalam membangun kebangsaan kita," pungkas mantan wakil Kepala BIN tersebut. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya