Berita

Zulkifli Hasan/Humas MPR

Ketua MPR: Mahasiswa Jangan Ikut Ikutan Fenomena Gagal Paham

SELASA, 01 NOVEMBER 2016 | 15:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR, Zulkifli Hasan melihat kosa kata gaul 'gagal paham' sekarang sedang marak terjadi di Indonesia.

Fenomena gagal paham ini hampir merata terjadi di berbagai elemen masyarakat. Gagal paham ini, menurut Zulkifli, muncul karena konflik dan permasalahan yang tidak diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.

Ia mencontohkan, dualisme kepengurusan dalam banyak organisasi masyarakat karena tidak ada yang mau mengalah.


Begitu dikatakan Zulhas, sapa ketua umum DPP Partai Amanat Nasional ini, saat tampil menjadi pembicara seminar kemahasiswaan bertajuk 'Peran Perguruan Tinggi Dalam Pembangunan Karakter Bangsa dan Bela Negara'  di aula gedung Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/11).

Zulhas melanjutkan, masyarakat saat ini dalam menghadapi konflik dan permasalahan sering mengedepankan prinsip menang-menangan dan saling menghabisi.  Padahal Indonesia memliki Pancasila dalam menghadapi masalah dan konflik yakni sila keempat musyawarah untuk mencapai mufakat.

"Makanya sangat berpesan terutama kepada generasi muda, kalian semua sudah hafal Pancasila bahkan di luar kepala tapi yang paling penting adalah pelaksanaannya dan dijadikan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Jangan hanya hafal Pancasila tapi tidak dipakai," katanya.

Tapi diakuinya memang semua itu butuh keteladanan dan itu datang dari elit dan pejabat negara seperti para menteri, kepala daerah dan lainnya. Mereka inilah yang mengimplementasikan Pancasila dalam segala kebijakan, terlebih menyangkut kepentingan masyarakat tanpa mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan.

"Melihat prinsip keteladanan, jika ada kepala daerah yang masih mengeluarkan pernyataan-pernyataan atau memiliki cara berkomunikasi yang malah menimbulkan konflik, itu artinya tidak  Pancasilais," tegasnya.

Generasi muda, menurut Zulkifli, harus memulai membiasakan diri secara bertahap mengamalkan Pancasila seutuhnya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan akan terbiasa dan terbentuk karakter bangsa yang kuat.

"Saya rasa sangat penting peran perguruan tinggi sebagai tempat bagi mahasiswa generasi muda bangsa membangun nilai-nilai luhur dan nilai ke Indonesiaan kita serta membangun wawasan kebangsaan secara utuh," pungkasnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya