Berita

Foto/Net

Wawancara

WAWANCARA

Komjen Dwi Priyatno: Prioritas Kami Pungli Di Kementerian, Lembaga Dan Pemerintahan Daerah

SELASA, 01 NOVEMBER 2016 | 09:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menjalankan tugas tambahannya, Inspektur Pengawas Umum (Irwasum) Mabes Polri ini akan mengutamakan Operasi Tang­kap Tangan (OTT) dalam memberantas praktik pungutan liar. Sebab, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) memang memiliki kewenangan untuk melakukan OTT.

"Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016, Satgas Saber Pungli memiliki kewenangan melakukan OTT. Sehingga masih upayakanitu dulu sementara ini," kata Komjen Dwi Priyatno saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.

Menurut Dwi, selain memiliki kewenangan untuk melakukan OTT, pihaknya juga berwenang untuk merekomendasikan sank­si, kepada instansi dari oknum pelaku pungli. Rekomendasi yang diberikan akan disesuai­kan dengan sanksi yang ada di Undang-Undang Aparatur Sipil Negara.


"Bisa saja rekomendasi itu berupa sanksi administratif kepegawaian. Pokoknya tergan­tung faktor yuridisnya," tutur Jenderal Dwi. Berikut wawan­cara selengkapnya;

Saber Pungli hanya bisa jatuhkan sanksi administrasi?
Tidak juga. Kementerian/Lembaga yang sudah memi­liki sistem pencegahan, sistem integritas, dan zona bebas ko­rupsi dapat mengembangkan sistem pencegahan pungli dalam memberikan pelayanan publik. Tentunya hukuman yang di­terima oleh pelaku pungli tatap harus sesuai dengan peraturan perundang-undangannya.

Contoh konkretnya seperti apa?
Contohnya Walikota Bandung menindak sembilan kepala seko­lah, lalu anggota Kepolisian ada yang dikenakan kode etik seba­gainya, sampai pemberhentian tidak dengan hormat. Bahkan setelah sanksi administratif bisa dilanjutkan dengan prosedur hukum yang berlaku, sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada.

Sanksi ini hanya berlaku bagi aparat negara?
Tidak. Bagi masyarakat yang memberikan uang kepada ok­num juga dapat dikenakan Kitab Undang â€" Undang Hukum Pidana (KUHP). Selain itu juga warga yang memberikan pungli juga dapat dijerat dengan Pasal 12E Undang â€" Undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman minimum 4 tahun dan maksimum 20 tahun kurungan.

Mekanisme kerja Satgas Saber Pungli seperti apa sih?
Jadi setiap laporan pengad­uan yang masuk, Satgas akan melakukan evaluasi apakah perlu dilakukan penindakan atau yustisi.

Setelah penindakan, Satgas akan memberikan rekomendasi kepada kementerian/lembaga jika pelaku adalah pegawai dalam kementerian/lembaga tersebut.

Rekomendasi sanksi antara lain berupa sanksi etik, peme­catan, pemberhentian dengan tidak hormat dan sanksi hukum pidana yang saya jelaskan tadi.

Satgas ini akan berkerja berapa lama?

Kami rencanakan untuk se­mentara ini enam bulan dulu. Nanti tiga bulan kimi evaluasi, supaya enam bulannya efektif. Setiap tiga bulan dan juga mem­perhitungkan segala aspek ter­masuk anggaran dan sasaran. Selain itu setiap tiga bulan sekali kami juga harus melaporkan hasil kerja kepada Presiden Jokowi.

Waktu kerjanya kan ter­batas nih. Sektor apa yang menjadi target prioritas untuk memberantas pungli?
Prioritas kami adalah semua yang berhubungan dengan pe­layanan publik di kementerian dan lembaga, serta pemerintahan daerah. Semuanya akan kami pantau. Kami berharap dalam tiga bulan ini sudah betul-betul bersih.

Apa bisa dalam tiga bulan?
Kita berharap, harus optimis­tis ya. Kalau memang belum, kendala apa yang kita hadapi, nanti kita evaluasi.

Optimis saja tidak cukup. Lalu bagaimana cara mewu­judkan target tersebut?
Menurut saya kuncinya adalah semua pihak yang terlibat dalam satgas harus berkomunikasi dengan baik, sehingga sinergitas tim ini dapat lebih dioptimalkan. Baik intelijen, pencegahan, dan yustisi harus tegas, terpadu, dan efisien dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan. Supaya mampu menimbulkan efek jera.

Selain itu sinergitas antar kementerian/lembaga serta partisipasi masyarakat juga menjadi modal utama dalam memberantas pungli. Ini yang diharapkan dari Perpres terse­but sehingga seluruh elemen termasuk masyarakat tentunya bisa berpartisipasi.

Bagaimana caranya agar masyarakat bisa berpartisipasi?

Masyarakat dapat melaporkan adanya pungli, baik secara lang­sung maupun dalam jaringan melalui website saberpungli.id, sms center 193 dan call center 1193. ***

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya