Berita

Advertorial

Festival Bocah Cilik 2016

Menanamkan Revolusi Mental Sejak Dini

SENIN, 31 OKTOBER 2016 | 19:16 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Jakarta-Komunitas Jendela Jakarta berkerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia dan mitra terkait lainnya mempersembahkan Festival Bocah Cilik. Sebagai sarana menanamkan Revolusi Mental sejak dini, kegiatan ini juga merupakan rangkaian ulang tahun yang ke empat.

Festival diadakan pada hari Minggu (30/10) bertempat di Bumi Perkemahan dan Taman Wisata Cibubur, Taman Lalu Lintas " Taman Daihatsu.

Festival Bocah Cilik hadir Secara sebagai wadah mengenalkan kembali anak dengan permainan tradisional yang efektif untuk mempertemukan anak-anak sehingga melatih kemampuan interaksi social.


Dibuka oleh penampilan Polisi Cilik binaan Daihatsu yang sangat mahir dalam hal baris berbaris semakin menambah semangat, antusiasme para peserta serta keseruan di lokasi acara. Para peserta berasal dari komunitas baca perpustakaan di Jakarta, komunitas anak, para pelajar, dan masyarakat umum dengan rata-rata umur lima hingga dua belas tahun.

Festival ini terdiri dari rangkaian kegiatan yang edukatif, menarik dan tema besar Revolusi Mental mulai sejak dini. Setelah pemuka awal, acara dilanjutkan dengan Talk Show : Revolusi Mental yang menghadirkan narasumber Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Dr Haswan Yunaz, MM, Msi, Kak Taufan dari Komunitas Jendela serta Kang Umam dari Kompas.

Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Dr Haswan Yunaz menyampaikan Gerakan Nasional Revolusi Mental berawal dengan keinginan berubah, perubahan cara berpikir, cara bersikap, cara berperilaku menjadi pribadi dengan ciri berintegritas tinggi, etos kerja yang baik, dan gotong royong.

Menurut Haswan Yunaz, ciri dari mereka yang berevolusi mental itu, Pertama, dia memiliki integritas yang tinggi, dapat dipercaya, jujur, memiliki rasa hormat yang tinggi serta disenangi oleh teman-temannya.

Yang kedua adalah etos kerja yang baik. Maksudnya adalah semangat belajarnya tinggi dan pantang menyerah.

Ciri yang terakhir adalah mampu bergotong royong, bekerjasama untuk kebaikan bersama pula.


http://www.kemenkopmk.go.id/

Di sela-sela talk show, Haswan menanyakan kepada adik-adik peserta yang berumur 5 hingga 12 tahun ini tentang ingin menjadi apa mereka di masa yang akan datang.

Siapa yang mau jadi pemimpin di masa depan? Ingin jadi presiden? Mau jadi qmenteri? Mau jadi insinyur? Mau jadi dokter? Mau jadi pengusaha?,” tanya Haswan. Sontak mereka menjawab dengan penuh semangat, Saya, saya, saya.”

Haswan kembali melanjutkan bahwa semua yang mereka cita-citakan itu harus diwujudkan, siapa yang bermimpi dan berani bermimpi, dia pasti bisa mengerjakan dan mencapainya.

Siapa yang bermimpi, berarti itu satu petunjuk bahwa dia bisa mencapai mimpinya, maka dari itu adik-adik harus bermimpi setinggi langit,” tambahnya.

Menurutnya, inti dari revolusi mental itu harus ada perubahan dalam diri seseorang.

Kita harus menjadi agen perubahan. Berubah dari pasif menjadi aktif, dari mengeluh menjadi pemberi solusi. Dari malu-malu menjadi berani, dari malas menjadi rajin, dari tidak mau belajar menjadi rajin belajar, dari tidak berprestasi menjadi berprestasi. Kedepannya hari ke hari hidup harus menjadi lebih baik,” paparnya.

Kak Taufan dari Komunitas Jendela melanjutkan bahwa Revolusi Mental mudah untuk dilakukan dan dapat dimulai dari membaca buku.

Dengan baca buku, kita akan banyak ilmu, dengan banyak ilmu kita bisa menilai untuk merubah diri kita, keluarga kita hingga bangsa kita menjadi lebih baik lagi. Kita harus berbuat apapun yang baik untuk sesama,” tambahnya.

Kang Umam menyampaikan materi tentang Revolusi Mental ini dengan cara yang unik melalui permainan hompimpa dan lagu ampar-ampar pisang.

Hompimpa dan ampar-ampar pisang berbicara mengenai hubungan batin dengan Tuhan dan orangtua. Harus ada komunikasi yang baik dengan Tuhan dan tentuya dengan orangtua, karena peran orangtua sangat berdampak pada pembentukan mental anak-anak. Umur anak-anak adalah umur bermain. Bermain tapi tak main-main. Bermain untuk membentuk skill dan karakter yang baik.” ujarnya.

Harapan dari ketiga narasumber adalah anak-anak Indonesia ini tumbuh menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai revolusi mental yaitu integritas, kerja keras dan gotong royong dan menjadi generasi yang berjuang menjadikan Indonesia menjadi lebih baik.


http://www.kemenkopmk.go.id/
Anak-anak selama acara hingga selesai diajak untuk tidak nyampah atau membuang sampah sembarangan, karena membuang sampah pada tempatnya merupakan praktik-praktik dari semangat revolusi mental. Pribadi yang revolusi mental harus memahami dan menghargai hak dan kewajiban untuk menjaga kebersihan dan tertib berlalu lintas. Jadi kalo dia menyebrang di tempat penyeberangan dan kalo ada yang butuh bimbingan menyeberang siap membantu. Itulah revolusi mental.

Selain talk show interaktif mengenai revolusi mental. Festival Bocah Cilik ini juga mempunyai acara-acara yang tidak kalah serunya, seperti Dolanan Tradisional, Lomba Mewarnai, Lomba Fashion Show, Lomba Puzzle, Mendongeng, Workshop Layang-layang, Workshop Membatik. Tak ketinggalan juga Pameran Foto Jendela serta Daur Ulang Sampah [adv].

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya