Berita

Politik

Wajar Rakyat Marah, Ahok Seperti Jenderal Bintang 5 yang Kebal Hukum

SENIN, 31 OKTOBER 2016 | 16:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Umat Islam dari berbagai daerah akan meramaikan unjuk rasa 1 juta umat Islam di depan Istana Negara hari Jumat (4/11) pekan ini. Demonstrasi mengusung tema, penuntasan proses hukum terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Mereka datang karena penistaan firman suci Allah SWT. Jadi, perkara ini tidak ada unsur politik terkait Pilkada DKI Jakarta, ini murni pidana," ujar Koordinator Aliansi Muda Untuk Demokrasi (ALMUD) Agus Harta kepada redaksi sesaat lalu (Senin, 31/10).

Dikatakan dia, kekuatan umat Islam menuntut keadilan agar kepolisian tidak lemah, tebang pilih dan tidak melindungi Ahok, sudah tidak terbendung lagi. Kesan yang muncul selama ini, Ahok seolah-olah memiliki kekuatan dan kekuasaan yang melebihi jenderal bintang empat yang kebal hukum.


Oleh karenanya, menurut Agus, jika tanggal 4 November terjadi kekacauan maka hal itu adalah buah dari lemahnya penegakan hukum. Ia betul-betul yakin apabila Ahok ditangkap dan diproses secara hukum yang jujur tanpa rekayasa, maka tidak akan ada kemarahan umat Islam yang merasa agamanya dinistakan.

"Bangkitlah Polisi RI, jangan biarkan rakyat kesakitan, diadu domba oleh bangsa pengkhianat hanya karena kekuasaan investor. Kita yakin Polisi RI masih ada yang baik dan lurus," harapnya.

Dia juga menilai wajar kemarahan rakyat terhadap Ahok. Sejak lama Ahok menghina, memfitnah dan mencaci maki rakyat dengan perkataan yang kotor dan tidak mendidik.

Seharusnya pula, katanya, dari dulu Menteri Pendidikan memberikan peringatan dan sanksi terhadap Ahok. Namun pembiaran terjadi seolah-olah Ahok si Kera Sakti yang mengawal sang guru mengambil kitab suci.

"Semuanya keliru. Ahok bagai siluman yang berada di pemukiman masyarakat yang menerima perintah konglomerat atau pengembang untuk menggusur, menghabisi dan memiskinkan masyarakat Jakarta tanpa prikemanusiaan dan prikeadilan," tukasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya