. Dalam rangka melahirkan mubaligh yang mampu menyampaikan misi Islam yang rahmatan lil Alamin, Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) menggelar Pelatihan Mubaligh Kebangsaan yang bertajuk Meneguhkan Islam Rahmah (Islam Nusantara Berkemajuan Untuk Indonesa Raya) di Kantor DPP PDI Perjuangan.
Pada acara tersebut dihadiri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sekjen Hasto Kristiyanto. Selain itu juga dihadiri oleh Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dan Ketua PBNU KH Said Agil Siraj dan KH Marsudi Suhud.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Bamusi Hamka Haq mengatakan bahwa kegiatan pelatihan mubaligh kebangsaan ini dihadiri oleh mubaligh-mubaligh dari organisasi-organisasi Islam terbesar di Indonesia. Seperti dari Muhammadiyah, Nahshatul Ulama dan Tarbiyah Islamiyah.
"Acara ini menghadirkan ratusan mubalig. Bamusi berharap mereka akan menyampaikan nilai-nilai islam yang subtansial. Yaitu islam yang damai dan cinta persaudaraan," katanya (Senin, 31/10)
Selain itu kegiatan tersebut juga menyikapi masih adanya pihak- pihak yang masih menyoalkan Islam dan Pancasila sebagai dasar negara. Padahal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sudah sejalan dengan nilai-nilai hakiki dari Islam.
"Bangsa Indonesia sejati telah mengamalkan keimannya terhadap islam melalui pancasila," tambahnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa Bamusi bersama PDI Perjuangan akan mengamalkan nilai-nilai Islam dengan menebar kedamaian dan kebermanfaatan bagi seluruh anak bangsa. Karena Islam hadir bukan hanya untuk Islam itu sendiri. Islam hadir untuk kebahagian seluruh umat manusia.
"Kita hadir untuk memperjuangkan dan memuliakan manusia. Karena inilah misi dakwah yang sebenarnya yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Yaitu melayani seluruh umat," jelasnya.
Baginya, kehadirian Bamusi dan PDIP berkontribusi dalam pembangunan bangsa yang mengayomi seluruh warga. Bukan untuk mengayomi kelompok tertentu. Dan ia berpesan agar Islam di Indonesia harus senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Agar bangsa yang besar ini tidak mudah diadu domba yang akan melahirkan perpecahan, permusuhan dan bermuara pada konflik.
"Kita tidak ingin Indonesia seperti di Timur tengah. Kita ingin islam hadir memberi ketenangan dan kesejukan bagi umat lainnya," tutupnya.
[ysa]